Sabtu, 18 Juli 2026

Kirab Pusaka Peninggalan Kerajaan Galuh Digelar di Alun-alun Ciamis

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Minggu, 22 September 2024 | 15:06 WIB
Persatean Pesantren Ortodoks Kabupaten Ciamis menggelar Walimah Mulud 1446 H dan Jamasan Pusaka Peninggalan Kerajaan Galuh, Minggu, 22 September 2024.  (Potaloka.id/Bang Sufi)
Persatean Pesantren Ortodoks Kabupaten Ciamis menggelar Walimah Mulud 1446 H dan Jamasan Pusaka Peninggalan Kerajaan Galuh, Minggu, 22 September 2024. (Potaloka.id/Bang Sufi)

PORTALOKA.ID - Persatean Pesantren Ortodoks Kabupaten Ciamis menggelar Walimah Mulud 1446 H dan Jamasan Pusaka Peninggalan Kerajaan Galuh, Minggu, 22 September 2024.

Acara ini didukung oleh Dewan Kebudayaan Ciamis dan Yayasan Kusumadiningrat.

Walimah Mulud adalah tradisi dakwah yang telah hilang kini dihidupkan kembali oleh para santri Pesantren Ortodoks Kabupaten Ciamis.

Walimah ini tidak diisi dengan ceramah tapi diisi dengan pembacaan kitab barzanji dan kirab pusaka peninggalan Kerajaan Galuh.

Baca Juga: Peringati World Cleanup Day Warga Perum Kota Galuh Ciamis Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Menurut Humas Panitia, Ahmad Mukhlis, kirab Pusaka Peninggalan Kerajaan Galuh bertujuan untuk memperkenalkan pusaka kekayaan leluhur Galuh dalam penyebaran Islam.

"Pusaka tersebut setahun sekali wajib dibersihkan dari korosi dan karat. Maka Jamasan adalah salah satu budaya membersihkan pusaka dari karat dan racun besi," ujar Mukhlis.

Walimah Mulud adalah tradisi dakwah yang telah hilang kini dihidupkan kembali oleh para santri Pesantren Ortodoks Kabupaten Ciamis. (Potaloka.id/Bang Sufi)

Upacara Jamasan dilaksanakannya setiap bulan Mulud sebagai sarana dakwah kepada masyarakat.

Pada tahun 2024 ini pusaka yang ditampilkan adalah Keris Betok yang biasa digunakan Prebu Adipati Kusumadiningrat.

Baca Juga: Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Minta Presiden Turun Tangan Usut Kekerasan yang Sebabkan Wawali Kerajaan Galuh Raden Hanif Radinal Meninggal Dunia

"Keris Betok menjadi simbol penyebaran Islam. Keris ini menemani perjalanan dakwah Kanjeng Prebu Adipati Kusumadiningrat. Kita mengenang kembali perjuangan para inohong Galuh yang menyebarkan Islam di Galuh," ucap Mukhlis.

Walimah ini tidak diisi dengan ceramah tapi diisi dengan pembacaan kitab barzanji dan kirab pusaka peninggalan Kerajaan Galuh. (Potaloka.id/Bang Sufi)

Dikatakan Mukhlis, membuka kembali sejarah penyebaran Islam di Tatar Galuh akan menjadi agenda rutin tahunan agar generasi muda tidak terputus tali paranti leluhurnya.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X