ragam

220 Siswa SD di Klaten Ikuti Lomba Lukis Payung Juwiring "Mbeber Topeng Dalang Klaten", Upaya Lestarikan Warisan Budaya di Bumi Bersinar

Kamis, 3 Oktober 2024 | 13:27 WIB
Sebanyak 220 anak tingkat sekolah dasar atau SD di Klaten, Jawa Tengah mengikuti lomba melukis payung, Kamis, 3 Oktober 2024. (Tim Portaloka.id)

"Tantangannya hanya 1 karena sangat lebar media lukisnya. Anak-anak sudah biasa pakai media kertas, ini kita pakai media payung," tuturnya.

Baca Juga: Kemeriahan Bersih Desa Karangpakel, Trucuk, Klaten, Ratusan Warga Rebutan 8 Tumpeng dan 4 Gunungan Hasil Bumi

"Jadi yang memang ini merupakan ide kreatif anak masing-masing dalam mencoretkan ide gagasan lewat lukisan topeng di atas payung," tambahnya.

Karya para peserta nantinya akan dipamerkan saat acara-acara kedinasan atau pemerintahan sebagai wujud melestarikan warisan budaya dan memperkenalkan payung Juwiring layak untuk dilestarikan dan dipertahankan.

Sementara itu salah satu peserta lomba, Alika Renata mengaku baru pertama kali mengikuti lomba melukis payung.

Ia mengaku mengalami kesulitan saat melakukan pengecatan gambar di atas media payung.

Baca Juga: Kemeriahan Ratusan Warga Desa Pokak, Klaten Berebut 3 Gunungan Hasil Bumi Tradisi Bersih Sendang Sinongko, Wujud Syukur Panen Melimpah

"Saya ikut lomba iki karena menarik. Kesulitannya saat mengecat, susah, enggak boleh keluar garis, harus detail sama komposisi warnanya harus sesuai," kata Alika Renata.

"Biasanya melukis di kertas, ini di payung, perbedaannya di alat lukisnya sama bahannya," tambahnya.

Siswi SD Negeri 1 Prawatan, Kecamatan Jogonalan itu berharap kegiatan lomba melukis payung akan sering digelar untuk mengasah minat dan bakat siswa. ***

Halaman:

Tags

Terkini