KLATEN, PORTALOKA.ID - Sebanyak 220 anak tingkat sekolah dasar atau SD di Klaten, Jawa Tengah mengikuti lomba melukis payung, Kamis, 3 Oktober 2024.
Kegiatan yang dilaksanakan di Monumen Juang, Klaten Utara, ini merupakan salah upaya untuk melestarikan warisan budaya tak benda yang ada di Bumi Bersinar.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, Maria Yakuba Setia Ari Sajati mengatakan lomba melukis payung ini mengangkat tema Mbeber Topeng Dalang Klaten.
Maria Yakuba menambahkan kriteria penilaian lomba di antaranya adalah kesesuaian tema, ide gagasan, kesamaan tema dengan warna, imajinasi dan ide kreatif dari para peserta.
"Peserta dari 26 korwil dan seluruh SD di Klaten. Kami melaksanakan kegiatan ini untuk melestarikan kebudayaan, yaitu paying Juwiring yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tahun 2022 oleh Kemendikbudristek," ucap Maria Yakuba.
"Selain payung Juwiring, tema Mbeber Topeng Dalang Klaten itu juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tanggal 20 Agustus tahun 2024," tambahnya.
Maria Yakuba menjelaskan lomba lukis ini menggunakan media payung Juwiring dengan bahan kain yang dilapisi dengan cat.
Payung Juwiring yang digunakan untuk lomba berdiameter 60 centimeter.
Maria Yakuba menambahkan para peserta lomba diberikan waktu selama 3 jam utuk berkreasi. Sedangkan alat lukis yang digunakan bebas sesuai keinginan dari peserta lomba.
Akan diambil 10 juara dalam perlombaan ini. Para pemenang akan mendapatkan sejumlah hadiah, yakni trophy, uang pembinaan dan piagam penghargaan.
Sementara dewan juri lomba didatangkan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.