Budi Widodo, yang berprofesi sebagai buruh harian lepas, mengungkapkan rasa syukurnya atas renovasi rumahnya yang sebelumnya tidak sehat, sesak, dan rawan roboh.
Kini, ia dan anaknya bisa tinggal di hunian yang lebih aman dan nyaman.
"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah layak bagi kami."
"Rumah ini akan kami rawat dengan baik agar tetap nyaman untuk digunakan oleh keluarga kami," tutur Budi.
Manajemen PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko memastikan bahwa aspek kelayakan hunian, termasuk ketahanan bangunan, akses sanitasi, dan kecukupan luas bangunan, sesuai dengan indikator Sustainable Development Goals.
Pembangunan RTLH ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mengatur bahwa rumah layak huni harus memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan keterjangkauan bagi masyarakat luas.
Sejak 2016 hingga 2024, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu
Boko telah membangun 47 rumah layak huni dengan anggaran lebih dari 1,5 miliar
rupiah untuk masyarakat di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Di Kabupaten Klaten sendiri, 14 rumah warga Kecamatan Manisrenggo dan Prambanan telah direnovasi.
"Kami berkomitmen mendukung program Pemerintah mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia, dan ini sebagian kecil dari upaya tersebut," tutup Joel.
Dengan upaya ini, PT TWC terus berperan aktif dalam mendukung masyarakat
sekitar destinasi wisata melalui program-program yang berkelanjutan dan
berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.