ragam

Dari Hutan Galuh hingga Desa Bangunharja: Jejak Sejarah yang Masih Hidup di Tengah Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 | 19:15 WIB
Lokakarya Sejarah Desa Bangunharja Ciamis (Ist)

Kisah Para Pembuka Wilayah

Tradisi lisan masyarakat Bangunharja menyebut sejumlah tokoh leluhur yang dipercaya menjadi pembuka kawasan Galuh Timur. Nama-nama seperti Buyut Naladipa, Buyut Lecam Cakra Wijaya, Raden Ardaen, hingga Buyut Arpangi masih dikenal dan dihormati masyarakat hingga saat ini.

Baca Juga: 2 Rekomendasi Penginapan Baru di Ciamis, Cocok untuk Singgah sebelum Lanjutkan Perjalanan

Mereka dipercaya datang dari arah timur membawa rombongan besar untuk membuka kawasan hutan dan membangun kehidupan baru di pedalaman Galuh. Menariknya, para tokoh tersebut tidak tampil sebagai bangsawan atau pemimpin besar.

Dalam cerita masyarakat, mereka justru menyamar sebagai budak angon atau penggembala biasa. Sikap tersebut dipandang sebagai simbol kesederhanaan dan kebijaksanaan para leluhur Sunda.

Dari perjalanan panjang itu, perlahan terbentuk kawasan pemukiman yang kemudian berkembang menjadi Desa Bangunharja seperti sekarang.

Warisan Leuweung Titipan

Selain kaya sejarah, Bangunharja juga dikenal memiliki nilai budaya ekologis yang kuat. Masyarakat Sunda sejak dahulu mengenal konsep Leuweung Titipan, yakni kawasan hutan yang dianggap sebagai titipan leluhur dan wajib dijaga kelestariannya.

Baca Juga: Baleg Janjikan Regulasi Khusus Madrasah dan Sekolah Swasta, PGMM Singgung Soal Keberlanjutan

Dalam pandangan masyarakat Galuh, hutan bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga bagian dari kehidupan spiritual dan keseimbangan alam.

Di kawasan Bangunharja masih terdapat hutan-hutan tua yang dihormati masyarakat sebagai bagian dari warisan leluhur.

Tradisi menjaga kawasan hutan tersebut diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap alam.

Filosofi Sunda “Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak” menjadi pengingat penting bahwa kerusakan alam akan berdampak langsung terhadap kehidupan manusia.

Baca Juga: Rekomendasi Hotel Murah Dekat Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Tempat Transit Nyaman sebelum Lanjutkan Perjalanan

Masa Kolonial dan Perubahan Desa

Halaman:

Tags

Terkini