CIAMIS, PORTALOKA.ID - Di balik suasana pedesaan yang tenang di Desa Bangunharja, tersimpan perjalanan panjang sejarah masyarakat Galuh Timur yang hingga kini masih hidup melalui tradisi, budaya, dan cerita para leluhur.
Desa yang berada di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis ini menjadi salah satu kawasan yang menyimpan jejak penting perkembangan peradaban masyarakat Sunda di wilayah timur Tatar Galuh.
Sejarah Bangunharja kini tengah dikaji lebih mendalam oleh Syarif Hidayat, dosen sejarah dari Universitas Riyadlul 'Ulum Condong Tasikmalaya.
Penelitian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah desa-desa di Kabupaten Ciamis yang selama ini banyak tersimpan dalam tradisi lisan masyarakat.
Baca Juga: 3 Kuliner Ikoik Ciamis yang Wajib Dicoba, Salah Satunya Terbuat dari Kulit Sapi
Menurutnya, sejarah desa memiliki nilai penting karena menjadi fondasi terbentuknya identitas sosial dan budaya masyarakat Sunda.
“Desa bukan hanya tempat tinggal masyarakat, tetapi ruang lahirnya nilai budaya, gotong royong, spiritualitas, hingga hubungan manusia dengan alam,” ujarnya.
Wilayah Perlintasan Budaya Galuh Timur
Secara geografis, Bangunharja berada di kawasan yang strategis. Desa ini menjadi wilayah penghubung antara kawasan Galuh di Jawa Barat dengan Banyumas di Jawa Tengah.
Posisi tersebut membuat Bangunharja sejak lama menjadi jalur perlintasan masyarakat, perdagangan, hingga pertukaran budaya.
Dalam sejarah lokal, wilayah ini dahulu dikenal dengan nama Cihonje, diambil dari aliran Sungai Cihonje yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Selain Sungai Cihonje, kawasan ini juga dilalui Sungai Ciomas dan Sungai Cilembu yang menopang aktivitas pertanian masyarakat sejak masa lampau.
Keberadaan sungai-sungai tersebut membentuk pola kehidupan agraris yang kuat. Masyarakat hidup dari pertanian, peternakan, dan hasil alam dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup.