ragam

Di Ujung Tahun, di Tengah Lesunya Pariwisata Ciamis Masihkah Pariwisata Menjadi Harapan Pendapatan Daerah?

Rabu, 31 Desember 2025 | 18:05 WIB
Catatan Akhir Tahun 2025 terkait pariwisata Kabupaten Ciamis (Portaloka.id)

Ia menghidupi pedagang, juru parkir, homestay sederhana, dan UMKM desa—namun belum cukup kuat mengisi kas daerah.

Baca Juga: Taman Alam Lembu Sampulur, Rekomendasi Tempat Healing di Ciamis, Bisa Camping dengan View Gunung Ciremai

Desa Wisata: Relevan, Tapi Perlu Diubah Cara Pandangnya

Dalam beberapa tahun terakhir, desa wisata digadang-gadang sebagai jawaban. Hampir setiap kecamatan memiliki desa wisata dengan narasi unggulan: alam, budaya, atau edukasi.

Namun di tengah lesunya kunjungan, muncul keraguan: apakah desa wisata masih relevan?

Jawabannya: masih relevan, tetapi tidak dengan pendekatan lama.

Baca Juga: Tempat Seru di Ciamis untuk Menantikan Pergantian Malam Tahun 2026, Bisa Camping Sambil Menikmati City Light

Desa wisata kerap diposisikan sebagai proyek, bukan proses. Dibentuk, diresmikan, difoto, lalu ditinggalkan tanpa pendampingan berkelanjutan. Padahal desa wisata bukan sekadar destinasi, melainkan ekosistem: manusia, budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Jika desa wisata hanya diukur dari jumlah kunjungan, maka ia mudah dianggap gagal. Tetapi jika dilihat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, maka relevansinya justru semakin kuat—terutama di masa ekonomi sulit.

Masalah Utama: Akses, Narasi, dan Konsistensi

Lesunya pariwisata Ciamis bukan hanya soal promosi. Ada persoalan mendasar, yakni:

Aksesibilitas

Banyak destinasi indah, tetapi sulit dijangkau. Infrastruktur jalan, transportasi publik, dan penunjuk arah masih menjadi kendala.

Baca Juga: Wisata Sejarah Kabupaten Ciamis, Jejak Peradaban Galuh yang Tetap Lestari

Narasi yang Lemah

Halaman:

Tags

Terkini