Pria berusia 35 tahun tersebut mendapatkan ilmu membuat gitar melalui internet atau secara otodidak.
Beberapa riset juga Didik Marianto lalukan untuk mengetahui selera pasar terkait gitar akustik buatannya.
Didik Marianto awalnya menjual gitar akustik produksinya secara grosir.
Namun saat pandemi covid-19, Didik Marianto mengubah pola penjualan beralih melalui e-commerce atau online.
Harga satu gitar akustik produksinya berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung jenis dan ukuran.
Kini, dalam sebulan Didik Marianto mampu menjual sekitar 3000 gitar akustik ke seluruh wilayah indonesia dengan keuntungan mencapai puluhan juta rupiah.
"Harga 300-600 ribu, kalau sehari bisa bikin 150 gitar."
"Bahan utama disini pakai kayu mahoni, sebulan bisa kejual sekitar 3000an gitar," ucap Didik Marianto beberapa waktu yang lalu.
Berkat e-commerce atau toko online, kini gitar akustik produksi Didik Marianto sudah mampu terjual ke seluruh wilayah indonesia.
"Ini gitar akustik dan market masih lokal indonesia, diseluruh indonesia melalui platform e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, TiktokShop," tutupnya. ***