PORTALOKA.ID - Lama tak pernah ketemu di dunia bisnis, ternyata sosok bernama Dr Ading Rahman kini menghabiskan waktu di Kampus Universitas Galuh (Unigal) Ciamis.
"Saya bertapa di lembah sunyi Kampus Universitas Galuh, mengamalkan ilmu untuk generasi muda. Waktu saya 70 persen dihabiskan di kampus sedang bisnis tinggal 30 persen," ujar Ading membuka obrolan ringan.
Lima belas tahun lalu saat dunia internet dan seluler menjadi trend, Dr Ading adalah sosok pengusaha sukses yang mengendalikan peredaran kartu seluler, pulsa dan handphone.
Kala itu handphone masih berteknologi awal, belum ada Android dan IOS.
Handphone berbasis GSM dan CDMA laris manis seperti kacang goreng.
Penjualan kartu perdana berbagai perusahaan seluler GSM dan CDMA dikuasai pasarnya oleh kerajaan bisnis Dr Ading Rahman.
"Kejayaan itu pun tak luput dari hukum alam. Ada masa jayanya, saya pun akhirnya mengalami penurunan omset sejak ada sistem operasi Android. Harga kartu perdana dan pulsa turun drastis dan smartphone baru bermunculan. Nah itu awal perubahan saya akhirnya menjual sebagian aset bisnis," ujar Ading mengenang masa jaya bisnis seluler.
Perjalanan hidup Dr Ading Rahman benar-benar berliku. Usai menguasai dunia digital, Ading berinvestasi dalam bidang radio swasta.
Ia membeli beberapa radio swasta. Namun kejayaan radio tak berlangsung lama.
"Beberapa radio sudah saya jual dan sekarang fokus mengabdikan diri dalam bidang keilmuan," ujar Ading.
Kini di ujung perjalanan, Ading akan menjadi "begawan" ilmu manajemen. Dunia usaha membutuhkan kemampuan SDM dan manajemen yang kuat.***
Dr. H. Ading Rahman S, SE., M.Pd., MM., CQMS., C.PHR
Ketua Program Study Magister Manajemen
Universitas Galuh