KOTA BANJAR, PORTALOKA.ID - Setiap Ramadhan para petani budidaya buah timun suri selalu panen.
Hari pertama berbuka puasa, buah timun suri mendadak ditawarkan.
Sesungguhnya ada kisah mistis di balik buah timun suri. Ini bukan buah biasa yang bisa ditanam kapan saja.
Salah seorang petani pembudidaya buah timun suri, Ny. Ai Hendi, warga Kota Banjar, Jawa Barat mengatakan, buah timun suri hanya mau ditanam menjelang bulan Ramadhan. Dua bulan setengah usia timun suri hingga bisa panen.
Baca Juga: BRI Hadirkan Mudik Gratis 2025, Berangkatkan 8.482 Pemudik ke Jawa dan Sumatera
"Buah ini asli kiriman dari surga karena ia hanya bisa dipanen pada bulan Ramadhan. Awal Ramadhan buahnya ranum menguning. Ia memanjakan lidah orang yang berpuasa. Anehnya menjelang akhir Ramadhan, buahnya berhenti total dan bulan Syawal mati," ujar Nya Ai Hendi yang ditemui Selasa, 11 Maret 2025.
Benih buah timun suri juga tidak segala musim ada di toko. Aneh, benihnya muncul menjelang bulan Ramadhan.
"Siklus ini seperti otomatis dan tak dikendalikan manusia, tapi alam punya jalan sendiri untuk menunjukkan keajaiban buah timun suri," tambah Nya Ai.
Menurut Ny Ai, buah timun suri bukan sekadar melepas dahaga saat buka puasa, tapi berkhasiat mengobati panas dalam dan beberapa penyakit lain.
"Timun suri mungkin buah Surga yang tertinggal di planet bumi. Ia datang dan pergi mengikuti siklus bulan Ramadhan, " ujar Ny Ai dengan nada kagum atas kekuasaan Allah SWT.
Jika buah timun suri saja bergembira menyambut Ramadhan dan rela dijadikan makanan buka puasa, maka alangkah malangnya manusia yang melewatkan Ramadhan dengan kemurungan dan nestapa.***