Minggu, 19 Juli 2026

Ngopi Sufi Part 4: Mama Rohel Kedatangan Utusan Kotak Kosong

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 15:44 WIB
Ilustrasi - Jin Kotak Kosong vs Mama Rohel (Freepik/freepik)
Ilustrasi - Jin Kotak Kosong vs Mama Rohel (Freepik/freepik)

"Hai Jurig, saha wae eta manusia di bawah pengaruh Dewan Jurig?" tanya Mama Rohel.

Dan Jurig pun menjawab," Mereka adalah orang-orang yang kalah pileg, yang tak menjabat di tempat yang basah, pengusaha yang tak disapa calon Adipati. Caleg yang kalah itu juga punya basis suara, tapi mereka tidak diajak, makanya kami bangkitkan amarahnya agar jago Abah kalah. Kan akan ada pemilihan Adipati lagi Bah," ujar Jurig memprovokasi Mama Rohel.

Baca Juga: Ngopi Sufi: Mama Rohel Protes Punggawa Adipati

"Oh tujuannya agar ada pemilihan ulang? Ok kalau gitu kita nampaknya harus bertarung habis-habisan, aku tak akan meninggalkan kecemasan untuk penduduk Kampung Cikarohel. Warga harus pengkuh dan yakin dengan pilihannya yakni Adipati Singacala VI," ujar Mama Rohel dengan nada menantang.

Jurig utusan Keraton Kotak Kosong pun sambil menyeringai balik menantang.

"Hahahaha... Aing moal mundur selangkah pun Bah,hayu urang gelut sabubukna, hahahaha... Aing Jurig tak ada kalahnya," timpal Jurig.

Baca Juga: Ngopi Sufi: Mama Rohel Bicara Kotak Kosong

Petir menggelegar. Si Jin Petir memuntahkan amarahnya. Beberapa daerah terkena sambaran petir. Si Jurig terpental hingga di Ranca Petir dan Petir Hilir lalu ia menelusup ke jiwa-jiwa kosong, jiwa yang tersakiti, jiwa gila yang tak terobati.***

 

Penulis adalah sifat cucu Buya Ahmad Bakri, Cerpenis Sunda Legendaris.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X