"Hai Jurig, saha wae eta manusia di bawah pengaruh Dewan Jurig?" tanya Mama Rohel.
Dan Jurig pun menjawab," Mereka adalah orang-orang yang kalah pileg, yang tak menjabat di tempat yang basah, pengusaha yang tak disapa calon Adipati. Caleg yang kalah itu juga punya basis suara, tapi mereka tidak diajak, makanya kami bangkitkan amarahnya agar jago Abah kalah. Kan akan ada pemilihan Adipati lagi Bah," ujar Jurig memprovokasi Mama Rohel.
Baca Juga: Ngopi Sufi: Mama Rohel Protes Punggawa Adipati
"Oh tujuannya agar ada pemilihan ulang? Ok kalau gitu kita nampaknya harus bertarung habis-habisan, aku tak akan meninggalkan kecemasan untuk penduduk Kampung Cikarohel. Warga harus pengkuh dan yakin dengan pilihannya yakni Adipati Singacala VI," ujar Mama Rohel dengan nada menantang.
Jurig utusan Keraton Kotak Kosong pun sambil menyeringai balik menantang.
"Hahahaha... Aing moal mundur selangkah pun Bah,hayu urang gelut sabubukna, hahahaha... Aing Jurig tak ada kalahnya," timpal Jurig.
Baca Juga: Ngopi Sufi: Mama Rohel Bicara Kotak Kosong
Petir menggelegar. Si Jin Petir memuntahkan amarahnya. Beberapa daerah terkena sambaran petir. Si Jurig terpental hingga di Ranca Petir dan Petir Hilir lalu ia menelusup ke jiwa-jiwa kosong, jiwa yang tersakiti, jiwa gila yang tak terobati.***
Penulis adalah sifat cucu Buya Ahmad Bakri, Cerpenis Sunda Legendaris.
Artikel Terkait
Resep Kerang Chilipadi, Lezat Kenyal Gurih dan Pedas Bikin Ketagihan
Rumah Semi Permanen di Desa Karangturi, Klaten Ludes Terbakar, Segini Kerugian yang Diderita Korban
2 Orang Klaten Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Karambol 3 Truk di Jalan Yogyakarta-Wates, Bantul
Begini Momen Prabowo Beri Arahan Para Calon Wamen agar Tancap Gas Kerja Maksimal
Para Calon Wamen Kabinet Prabowo-Gibran Sebut Prabowo Ingin Anggota Kabinetnya Ramah dan Komunikatif ke Media
Cara Khofifah dan Para Buruh di Sidoarjo Berikan Ucapan Ulang Tahun pada Prabowo