Pieter Huistra
Pieter mengatakan terdegradasinya PSS Sleman merupakan hari terburuk untuk semua warga Sleman, tak terkecuali Pelatih dan para supporter.
"Sekarang penting apa yang terjadi di pertandingan. Ini hari yang menyedihkan untuk Sleman, hari yang sedih untuk suporter, hari yang sedih untuk pelatih," tutur Huistra.
Huistra bilang, sejatinya Super Elja sedang ada di puncak stamina.
Namun 4 kemenangan terakhir belum mampu membuat PSS Sleman bertahan di Liga 1.
Hal ini yang membuat sang pelatih sangat terpukul.
"Semuanya memiliki progres yang bagus sampai akhir musim. Tapi itu tidak cukup. Dan itu terasa sangat menyakitkan," tuturnya.
"Tapi itu tidak cukup, dan itu terasa sangat menyakitkan. Karena saya tahu klub ini sangat berarti bagi banyak orang. Dan suporter sangat loyal di setiap pertandingan di stadion kita. Tapi itu menyakitkan, kita harus turun kasta," ungkapnya.
Pelatih berdarah Belanda itu tak lupa mengucapkan permintaan maaf pada seluruh pendukung yang kecewa atas terdegradasinya tim kebanggaan.
Namun, ia tetap yakin PSS Sleman akan terus bangkit karena miliki kemampuan yang baik.
"Saya sangat minta maaf kepada semua orang yang mendukung klub ini. Semua potensi yang dimiliki klub ini, saya yakin semua orang akan melihat tim ini punya potensi, karena salah satu alasan saya datang ke sini," kata dia.
Baca Juga: Roti Parmesan Ubi Ungu Lembut Menul Legit, Pas Jadi Cemilan Akhir Pekan Bareng Anak dan Suami
Huistra melanjutkan, ia bersama anak asuhnya akan terus kerja keras untuk kembali merumput di perhelatan Liga 1.
"Saya datang ke klub ini, kerja keras tapi tidak cukup. Sangat berat rasanya, sangat mengecewakan. Kita harus kerja keras lagi dan saya tidak bisa mengatakan apapun sekarang," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Skor Imbang 1-1: PSM Makassar Gagal Raih Kemenangan Atas PSS Sleman
Kalimat Jujur Pieter Huistra Setelah PSS Sleman Degradasi dari Liga 1