Baca Juga: 6 Langkah Raih Promo Cashback untuk Liburan ke Negara Empat Musim dengan BRI Kartu Kredit Infinite
Di samping itu, melalui kegiatan Maulid Nabi juga dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
"Dengan acara ini mudah-mudahan menjadi wasilah untuk persatuan antar warga, kemudian meningkatkan kualitas keagamaannya," ujar Yana.
Makna Tersirat dari Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Dusun Citutut menghadirkan penceramah Ustad Aby Mas'ud Khoirul Ibad, pengasuh Pondok Pesantren Khoirul Ijtima Amanah Kertabumi.
Dalam tausiyahnya, Ustad Aby Mas'ud mengajak jemaah untuk mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengajak untuk menelaah makna di balik Maulid Nabi.
Baca Juga: Grande Caffe and Resto, Rekomendasi Tempat Makan Keluarga di Ciamis dengan Suasana Cozzy
Salah satu akhlak Nabi Muhammad SAW yang perlu dicontoh adalah dengan bersikap baik terhadap sesama, termasuk kepada non muslim.
Ustad Aby Mas'ud mencontohkan, sikap Rasulullah yang memperlakukan seorang kafir Quraisy dengan baik.
"Rasul punya kebiasaan setiap pagi menyuapi makanan kafir Quraisy. Padahal kafir Quraisy itu selalu membenci, mencaci, memaki bahkan selalu menjelekkan beliau. Tapi tiap pagi Rasul selalu berangkat menyuapinya," katanya.
Sikap tersebut menandakan bahwa sebagai umat Nabi Muhammad tidak boleh mencaci dan memaki terhadap siapapun, bahkan termasuk kepada orang yang berbeda keyakinan.
Perilaku Rasulullah tersebut wajib ditiru dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu juga sebagai penanda bahwa umat Islam mencintai Rasulullah.
"Kata Allah dalam Al Quran kalau kalian cinta kepada Kanjeng Nabi, cinta kepada Allah, maka ikuti Kanjeng Nabi," tegas Pimpinan Ponpes Khoirul Ijtima Amanah.