PORTALOKA.ID - Puasa Dzulhijjah yang dilakukan jelang Idul Adha tidak memiliki perbedaan dengan tata cara puasa-puasa lainnya.
Dimulai dari membaca niat.
Lanjut dengan melakukan sahur.
Hingga membaca doa setelah berbuka puasa.
Tata cara dan aturannya pun sama dengan puasa lainnya.
Baca Juga: Detik-detik Pekerja Proyek KAI Tewas Tertemper KA Malioboro Ekspres di Kulon Progo Yogyakarta
Berikut Portaloka.id sajikan tata cara puasa Dzulhijjah dirangkum dari buku Fikih Muyassar terjemahan Fathul Mujib:
1. Niat
لَا يَصِحُ الصَّوْمُ إِلَّا بِاليَيَّةِ، وَمَحَلُّهَا الْقَلْبُ. وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلَا خِلَافٍ
Artinya: Tidak sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Tempat niat di dalam hati, tidak dipersyaratkan untuk dilafalkan, tanpa ada khilaf (perselisihan) dalam masalah ini." (Raudhah ath-Thalibin, II/350).
2. Makan Sahur
تَسَخَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Artinya: "Bersahurlah karena pada sahur terdapat keberkahan." (HR Bukhari no 1923).
3. Menahan Diri sejak Fajar Terbit sampai Matahari Terbenam