"Hujan es terjadi di Ciamis, Kelurahan Maleber dan Kertasari akibat proses pembentukan es di dalam awan cumulonimbus yang memiliki arus udara naik dan turun yang kuat," terang Ayyu dalam keterangan yang diterima Portaloka.id.
"Kondisi atmosfer yang mendukung, seperti suhu yang sangat rendah, terpantau dari citra satelite Himawari pukul 15.10 WIB (terdapat delay waktu satelite 8 menit) dengan nilai suhu -80 derajat celcius di bagian atas awan dan labilitas udara yang tinggi," tambahnya.
Ayyu menambahkan, adanya perbedaan suhu yang ekstrem antara permukaan bumi yang hangat dan lapisan atmosfer atas yang sangat dingin menjadi pemicu terjadinya hujan es.
"Kelembapan terpantau di AWS terdekat 96%, hal ini yang menyediakan cukup banyak tetesan air superdingin untuk bisa membentuk es," jelasnya.
Lebih lanjut Ayyu memaparkan, hujan es sering terjadi saat atmosfer dalam kondisi tidak stabil.
"Labilitas atmosfer tinggi, yang menyebabkan arus udara naik sangat kuat," pungkasnya.***