berita

Pamit Mencari Ikan, Seorang Nelayan Ditemukan Tenggelam Di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Kamis, 16 Januari 2025 | 15:35 WIB
Seorang Nelayan Ditemukan Tenggelam Di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri (Portaloka.id)

WONOGIRI, PORTALOKA.ID - Polsek Wuryantoro, Kepolisian Resor Wonogiri berhasil melakukan evakuasi seorang nelayan yang tenggelam di perairan Waduk Gajah Mungkur.

Tepatnya di perairan wilayah Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri pada Rabu, 15 Januari 2025.

Korban berinisial S (51) merupakan nelayan asal Kelurahan Wuryantoro Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri.

Mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, pada Kamis 16 Januari 2025 mengatakan, korban ditemukan tenggelam di perairan Waduk Gajah Mungkur pada Rabu malam, 15 Januari 2025.

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal Toyota Yaris Hantam Pohon Pembatas Jalan di Kalasan Sleman Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, sekira pukul 16.00 WIB, korban pamit berangkat untuk mencari ikan di perairan Waduk Gajah Mungkur dengan menaiki perahu.

"Ketika berada di tengah perairan Waduk Gajah Mungkur, korban berpapasan dan sempat bertegur sapa dengan dua orang saksi, yang juga merupakan nelayan di perairan tersebut," ungkap AKP Anom.

"Namun sekitar pukul 17.00 WIB, saat kedua saksi kembali, mereka hanya menemukan perahu milik korban. Selanjutnya kedua saksi memberitahukan pada nelayan lain untuk mencari korban dan melapor ke Polsek Wuryantoro," terangnya.

Petugas dari Polsek Wuryantoro kemudian mendatangi lokasi kejadian, bersama-sama dengan warga melakukan pencarian korban.

Baca Juga: Usai Oral Seks, Oknum TNI AL Bunuh Gadis di Pantai Saoka Sorong Papua Barat Daya, Jasad Ditemukan Tanpa Busana

Pada pukul 19.40 WIB korban berhasil di temukan dalam keadaan telah meninggal dunia.

"Jenazah korban langsung dievakuasi dan dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Wuryantoro, dari tubuh korban tidak di temukan tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga, Keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak diotopsi," pungkas AKP Anom.***

Tags

Terkini