"Siswa di sini ada 62, pengajar jumlahnya 8, penjaga sekolah 1."
"Ruangan yang ruak itu kelas 3, 4, 5, dan 6, gentengnya kabur, morat-marit."
"Paling parah itu kelas 6, eternit jebol, genteng terbang, hujan deras airnya masuk terkena eternit enggak kuat nahan," imbuhnya.
Dampak angin puting beliung dan hujan deras juga menyebabkan atap pos kesehatan dan gedung serbaguna di Desa Jogoprayan mengalami kerusakan.
Atap genteng terbang sehingga air hujan masuk ke ruangan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Saat ini sudah terkondisi. Setelah angin dan hujan, di Jogoprayan ada pohon tumbang, sekolah TK dan SD terdampak, genteng kabur, eternit jatuh."
"Di Kecamatan Gantiwarno yang paling para itu Jogprayan, Karang Turi, Mlese, Ngandong dan Baturan."
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya bangunan dan akses jalan yang sempat tertutup dan jaringan PLN mati," ucap Camat Gantiwarno, Retno Setyaningsih, pada Portaloka.id.***