PORTALOKA.ID - Insiden keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) kembali terjadi. Kali ini terjadi di di Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Ratusan siswa serta puluhan guru yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 334 orang penerima manfaat makanan MBG di Kecamatan Palupuh, mengalami keracunan dan menjalani perawatan medis.
Atas kasus ini, Camat Palupuh, Nong Rianto Dt Maruhum mengatakan, korban keracunan setelah santap siang MBG.
Baca Juga: Musim Kemarau Picu Ancaman Penyakit, Direktur RSUD Kawali Ciamis Bagikan Tips Hadapi Musim Kering
Rianto memastikan, para korban berasal dari tiga nagari yang ada di Kecamatan Palupuh.
"Korban tidak hanya dari satu daerah, tapi tiga nagari. Nagari yang terdampak di Palupuh, yakni Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang," kata Rianto dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.
"Totalnya (sementara) 334 orang," sambungnya.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kasus keracunan massal yang dialami para siswa-guru, usai diduga menyantap MBG kedaluwarsa atau tak layak konsumsi pada sejumlah sekolah di Agam, Sumbar tersebut? Mari telusuri.
Ada Gejala Demam-Muntah
Terpisah, Jonnedi selaku Kepala SD Negeri 08 Nan Limo dan menjadi salah satu lokasi yang siswa sekolahnya mengalami keracunan, menyebut para penerima manfaat diduga alami keracunan pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.
Di samping itu, Jonnedi menuturkan ihwal para siswa mengonsumsi MBG itu terakhir kali, pada Senin, 31 Agustus 2026.
"Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin, 31 Agustus 2026, lalu dan tidak ada kendala," kata Jonnedi dalam keterangannya pada Rabu, 2 September 2026.