"Namun pada Selasa, 1 September 2026 sekira pukul 10.00 WIB lebih, mulai merasakan gejala keracunan, tapi saya tidak bisa memastikan apakah itu akibat mengonsumsi MBG," imbuhnya.
Jonnedi menyebut, para korban siswa sekolah itu mengalami gejala demam, pusing, mual, muntah hingga diare dan langsung dilarikan ke Puskesmas Palupuh.
Telan 334 Korban dari Siswa-Guru
Berdasarkan data sementara yang ada di Palupuh, sebanyak 334 orang yang mengalami keracunan tersebut terdiri dari 274 dari siswa SD se Kecamatan Palupuh dan 19 orang guru SD.
Kemudian, ada 40 siswa dari SMPN 1 Palupuh, dan 2 orang guru sekolah tersebut, dan seluruh korban terdampak dilarikan ke Puskesmas Palupuh dan Rumah Sakit di Bukittinggi.
Di lain pihak, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal membenarkan adanya kasus dugaan keracunan MBG tersebut.
Iqbal menilai, saat ini Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait MBG yang dikonsumsi tersebut.
"Kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh," ucap Iqbal kepada awak media di Agam, pada Rabu, 2 September 2026.
"Saat ini antara Dinas Kesehatan dan BPOM sudah kordinasi untuk investigasi memastikan penyebabnya," jelasnya.
Dapur MBG Palupuh Diminta Setop
Dalam kesempatan berbeda, Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya memastikan menu MBG yang diduga kedaluwarsa tersebut berasal dari satu dapur di Palupuh.
Atas kasus ini, Pemerintahan Kabupaten Agam meminta dapur SPPG di Palupuh berhenti beroperasi sementara waktu.
Artikel Terkait
Bupati Pangandaran Ungkap Detik-detik Jembatan Gantung Pongpet Ambruk, Mengaku Sudah Tak Stabil saat Melintas
Bagaimana Cara Memulai Membangun Audiens untuk Media? Intip PRO-spective Edisi 2 Bersama Pimred KabarBaitullah.com
DPR Dorong Pengangkatan PPPK Nakes jadi PNS Masuk Prioritas Anggaran Kemenkes
293 Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Bermula saat Jam Makan Siang
Kisah Pilu Guru SDN 1 Bebesen Aceh saat Rumahnya Dilalap Api hingga Merembet ke Rumah Tetangga
Elektabilitas KDM Lampaui Prabowo, Akankah Loyalitasnya Bertahan hingga 2029?
IGRA Ciamis Gelar Rakerda I Tahun 2026, Momentum untuk Membangun Sinergitas dan Penyusunan Program Kerja