berita

Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Hotman Paris Geram Timnya Dilarang Bertemu Korban

Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:33 WIB
Hotman Paris geram karena timnya dihalangi untuk bertemu dengan santri korban pembakaran di Lombok Tengah. (Instagram/hotmanparisofficial - sumargodenny)

PORTALOKA.ID - Pengacara Hotman Paris geram karena santri korban pembakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah tidak bisa ditemui.

Hotman mengungkapkan bahwa timnya dilarang untuk menemui korban dan keluarga yang disebut mendapat ancaman untuk tidak banyak berbicara di publik.

“Tim Hotman 911 tidak diizinkan besuk korban, ibunya dimarahin kalau sering masuk medsos,” ungkap Hotman Paris dalam keterangan unggahannya di Instagram, @hotmanparisofficial pada Jumat, 10 Juli 2026.

“Hotman Masih di Singapura, tapi Tim Hotman 911 siap bawa keluarga korban ke jakarta,” sambungnya.

Baca Juga: Diundang Podcast Denny Sumargo, Keluarga Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Dicegat Polisi di Bandara

Sebut Korban Seperti Diisolasi

Tak hanya itu, Hotman juga terang-terangan menyebut bahwa korban saat ini seolah-olah sedang diisolasi.

Oleh karena itu, dalam salah satu unggahannya, Hotman turut meminta Komisi III DPR RI agar memanggil Kapolres Lombok Tengah.

“Halo Komisi III DPR agar memanggil Kapolres Lombok Tengah. Bukannya dibawa berobat untuk operasi, malah diisolasi di RS Bhayangkara biar dijauhi dari media,” tulisnya lagi.

Salah satu tim pengacara, Putri Maya Rumanti yang berada di Lombok Tengah juga membenarkan bahwa dirinya tidak bisa bertemu dengan korban.

“Mau besuk enggak bisa masuk, katanya dijagain,” ungkapnya.

Baca Juga: Ruko di Cipete jadi Lokasi Penggeledahan ke-13, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer

Keluarga Korban Minta Bantuan Hotman Paris

Sementara dalam unggahan lainnya, keluarga korban salah satu santri meminta bantuan kepada Hotman untuk menyelesaikan kasus tersebut dan mendapat keadilan.

Halaman:

Tags

Terkini