"Tidak ada aktivitas di sepanjang parkiran ini."
"Jadi nanti dianalisa apakah ini bisa digunakan atau tidak, kalau tidak nanti dibongkar," ujar AKP Abdillah.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Polanharjo, Suliman menjelaskan robohnya tembok dipicu oleh tekanan tanah serta aliran air dari lapangan sekolah yang posisinya lebih tinggi dibanding pondasi pagar.
Ia menyebut kondisi tersebut diperparah oleh konstruksi pagar yang tidak dilengkapi tulangan besi.
Baca Juga: Pemerintah Kerahkan Truk BBM dan Alat Berat ke Aceh Tamiang, Akses Darat Mulai Terbuka
“Pada saat hujan lebat terdengar suara keras, lalu diketahui bahwa pagar sekolah sepanjang kurang lebih 30 meter roboh."
"Alhamdulillah tidak ada korban karena area parkir dalam keadaan kosong," ucap Suliman.
Suliman juga menyampaikan bahwa dampak kerusakan tidak hanya mengenai tembok, tetapi juga atap parkiran dan sebagian fasilitas sekolah.
Untuk sementara, pihak sekolah menutup akses di sekitar lokasi kejadian demi keselamatan.
“Area parkir kami alihkan ke lapangan sekolah dan lokasi tembok yang roboh kami batasi agar tidak membahayakan siswa dan guru," imbuhnya.
Berdasarkan estimasi sementara pihak sekolah, nilai kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 150 juta.
Meskipun demikian, kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan pengaturan ulang aktivitas di area sekolah. ***