berita

Di Talkshow Masa Depan Pangan, Sekda Ciamis Soroti Bahan Pangan Lokal Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Kamis, 28 Agustus 2025 | 20:11 WIB
Sekda Ciamis Andang Firman memberikan materi dalam Talkshow Masa Depan Pangan (Ist)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menghadiri sekaligus memberikan materi pada kegiatan Talkshow Masa Depan Pangan yang diselenggarakan di Taman Jamban sari, Kabupaten Ciamis, pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Acara ini mengusung tema “Dari Isu Global Menuju Solusi Lokal” dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, perwakilan dari OPD, pengusaha, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Talkshow ini menghadirkan diskusi dan sesi tanya jawab mengenai isu strategis ketahanan pangan, dengan fokus pada strategi menghadapi tantangan pangan di masa mendatang.

Dalam paparan materi talkshow, Sekda Ciamis menyampaikan kondisi pangan di Kabupaten Ciamis yang masih perlu ditingkatkan, terutama terkait keanekaragaman pangan.

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Rekening Dormant Lewat Super Apps BRImo, Mudah dan Cepat!

Ia mencontohkan pemanfaatan bahan pangan lokal seperti kedelai, tempe, serta produk olahan tepung dari gandum yang hingga kini belum berkembang secara optimal.

Lebih lanjut, Sekda juga menyoroti beberapa isu strategis ketahanan pangan di Ciamis yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, di antaranya:

Keterbatasan lahan produktif akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan industri.

Rendahnya diversifikasi pangan yang masih bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama, sementara potensi lokal seperti umbi-umbian, jagung, dan sorgum belum banyak dimanfaatkan.

Baca Juga: MI Bojongsari Ciamis Gelar Acara Jalan Sehat dan Lomba Fashion Show dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke-80

Keterbatasan teknologi pascapanen dan pengolahan pangan lokal sehingga nilai tambah produk pertanian belum maksimal.

Kurangnya riset dan pengembangan (R&D) di bidang pangan, baik dalam inovasi benih unggul, teknologi pengolahan, maupun pengembangan produk pangan lokal berbasis kearifan lokal.

Ketergantungan pada impor pangan tertentu, seperti gandum, yang membuat ketahanan pangan rentan terhadap isu global.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu kekuatan utama suatu negara. Kita harus mampu memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus menjamin ketersediaan lahan untuk meningkatkan produktivitas dan menghadirkan pangan yang sehat,” tegas Sekda.

Halaman:

Tags

Terkini