berita

Pemkot dan PT DI Teken Kerja Sama, Tugu N219 Bakal Hadir di Kota Bandung

Minggu, 24 Agustus 2025 | 07:45 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menandatangani kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Kantor PT DI Jalan Pajajaran Kota Bandung, Sabtu 23 Agustus 2025. (IST)

PORTALOKA.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menandatangani kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Kantor PT DI Jalan Pajajaran Kota Bandung, Sabtu 23 Agustus 2025.

Penandatanganan ini bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 PT DI.

Kerja sama yang disepakti di antaranya pemanfaatan inovasi terbaru PT DI berupa aplikasi DI Smart dan rencana pembangunan tugu N219 di Kota Bandung.

Di sela-sela acara, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, penandatanganan kerja sama ini menandai pengukuhan Kota Bandung sebagai Kota Industri Dirgantara.

Baca Juga: Pemkab Klaten Luncurkan Lapor Mas Bup, Warga Bisa Lapor via WA ke Nomor Ini, Laporan Warga Lebih Cepat Direspons

Sebuah penegasan identitas kota yang memiliki ekosistem teknologi, pendidikan, dan industri pertahanan paling kuat di Indonesia.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama merayakan hari jadi PT Dirgantara Indonesia ke-49."

"Masih di bawah 50 tahun, artinya masih banyak waktu dan kesempatan bagi PT DI untuk berkembang menjadi satu-satunya dan terbaik di Asia Tenggara,” ujar Farhan.

Farhan menyampaikan apresiasi inovasi terbaru PT DI berupa aplikasi DI Smart.

Baca Juga: Resep Semur Ayam ala Chef Mama Lita yang Kuahnya Lekoh dan Bikin Nagih, Cocok untuk Hidangan Kumpul Keluarga

Aplikasi tersebut membantu Pemkot Bandung dalam menghadapi persoalan pengelolaan sampah.

Menurutnya, teknologi ini akan sangat membantu Pemkot Bandung dalam mengatasi timbunan sampah harian yang mencapai 182 ritase per hari.

Dari jumlah tersebut sekitar 42 ritase atau setara 332 ton masih tertinggal di dalam kota.

“Dengan adanya aplikasi DI Smart yang terhubung dengan armada pengangkut sampah, kita bisa menargetkan 42 ritase sampah yang tertinggal setiap hari itu perlahan-lahan berkurang hingga nol."

Halaman:

Tags

Terkini