CIAMIS, PORTALOKA.ID - Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.
Pada Ahad pagi, 8 Juni 2025, Bupati secara langsung menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada dua warganya yang tinggal di Lingkungan Bolenglang, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Dua warga yang menerima bantuan tersebut adalah Maad dan Halimah. Keduanya hidup dalam kondisi memprihatinkan, baik dari sisi ekonomi maupun kondisi tempat tinggal.
Maad, yang kini sudah tidak lagi bekerja karena usia dan kondisi fisik, tinggal di rumah yang nyaris roboh dan jauh dari kata layak huni.
Menyadari hal tersebut, Bupati Herdiat menyerahkan bantuan rutilahu senilai Rp20 juta untuk membantu renovasi rumah agar dapat kembali ditempati dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Halimah yang saat ini tengah menderita stroke dan tinggal bersama anaknya, juga mendapat bantuan serupa. Rumah yang mereka tempati diketahui mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap yang bocor.
Setiap kali hujan turun, Halimah terpaksa mengungsi ke rumah tetangga karena takut tertimpa bangunan.
Menanggapi kondisi ini, Bupati memberikan bantuan sebesar Rp10 juta, serta paket sembako untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Kisah Inspiratif: Dulu Anak Yatim Kini Sumbang Hewan Kurban untuk Lembaga Yatim Piatu
Kedatangan Bupati yang mendadak tersebut sempat membuat kedua penerima bantuan terkejut. Namun, rasa haru dan syukur segera menyelimuti mereka setelah menerima perhatian langsung dari orang nomor satu di Kabupaten Ciamis itu.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah datang langsung ke rumah kami dan memberikan bantuan. Kami tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini,” ucap Maad penuh haru.
Bupati Herdiat dalam kesempatan itu mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah.
“Sebagai bupati, saya harus melihat langsung kondisi warga, terutama mereka yang membutuhkan. Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki rumah agar kembali layak huni,” ujar Herdiat.