berita

Pemuda Ditangkap Polisi Gegara Tembak Siswa Silat Pakai Airsoft Gun di Delanggu Klaten, Ini Motifnya

Kamis, 29 Mei 2025 | 11:43 WIB
Seorang pemuda ditangkap polisi gegara kasus penembakan menggunakan senjata airsoft gun di halaman SDN 1 Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Minggu, 23 Februari 2025. (Polres Klaten)

PORTALOKA.ID - Seorang pemuda ditangkap polisi Polres Klaten, Jawa Tengah.

Ia adalah NCM (22), warga Dukuh Jetis, Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

NCM diciduk gegara kasus penembakan menggunakan senjata airsoft gun.

Korbannya adalah seorang siswa pencak silat.

Baca Juga: Wabup Klaten Benny Indra Beberkan Detik-detik Mobil Dinas Toyota Fortuner Diseruduk Bus Sugeng Rahayu di Jalan Jogja-Solo Delanggu: Bannya Ngunci

Kini, NCM sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa penembakan terjadi saat siswa pencak silat latihan di halaman SDN 1 Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Minggu, 23 Februari 2025.

Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo mengatakan penanganan kasus ini merupakan bagian dari kegiatan Operasi Aman Candi 2025 dengan sasaran aksi premanisme.

NCM telah ditetapkan sebagai pelaku utama dalam kasus penganiayaan tersebut.

Baca Juga: Kondisi Wabup Klaten Benny Indra Pasca Alami Kecelakaan Beruntun Mobil Dinas Toyota Fortuner Diseruduk Bus Sugeng Rahayu di Jalan Jogja-Solo Delanggu

"Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, tersangka terbukti menembakkan airsoft gun ke arah korban hingga mengenai lengan kanannya," kata AKBP Nur Cahyo saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Rabu, 28 Mei 2025.

Polisi menyita barang bukti yakni 4 butir gotri berbentuk bulat berwarna silver berdiameter sekitar 6 mm, 1 tas selempang putih, dan dokumen kendaraan seperti STNK dan BPKB.

"Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 1 pucuk airsoft gun merk Colt Defender, gotri, tas selempang, dan sepeda motor Honda CRF tanpa pelat nomor," ujar AKBP Nur Cahyo.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Delanggu, Aiptu Mardana menuturkan motif penembakan yang dilakukan pelaku karena salah paham.

Halaman:

Tags

Terkini