berita

Empat Kali Diterjang Banjir Akibatkan Dua Tanggul Jebol di Grobogan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sigap Merespon

Selasa, 11 Maret 2025 | 08:49 WIB
Empat kali diterjang banjir, dua tanggul di Grobogan jebol. (Jatengprov.go.id)

GROBOGAN, PORTALOKA.ID - Banjir kembali melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dan ini merupakan banjir keempat dalam waktu berdekatan.

Tercatat ada 21 desa di enam kecamatan yang terdampak hujan deras pada Minggu, 9 Maret 2025.

Hujan deras tersebut mengakibatkan dua tanggul jebol dan air meluap.

Pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan sigap merespon adanya bencana banjir yang kembali melanda  Grobogan.

Baca Juga: Pamit Cari Rumput, Kakek Asal Grobogan Ditemukan Meninggal di Area Persawahan Juwangi Boyolali, Polisi Pastikan Tidak Ada Kekerasan

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Muhammad Chomsul mengatakan bahwa kejadian itu menjadi bencana keempat dalam kurun waktu berdekatan.

"Dukungan BPBD provinsi kami fokus berupa pendampingan penguatan sumber daya personil, peralatan, pengoordinasian ke Kabupaten Grobogan," kata Muhammad Chomsul.

Adapun enam kecamatan yang terdampak adalah Kedungjati, Toroh, Purwodadi, Tawangharjo, Gubug, dan Tegowanu.

Kondisi ketinggian air banjir bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 100 sentimeter.

Baca Juga: Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir di Grobogan, KAI Kembalikan Biaya Tiket Pelanggan 100 Persen

Laporan situasi pada Minggu, 9 Maret 2025, pukul 14.00 WIB, menyebutkan bahwa kurang lebih ada 2.174 keluarga yang terdampak.

Dan berdasarkan data ada sebanyak 150 jiwa yang mengungsi di Gereja Desa Ringinkidul.

Untuk tanggul yang jebol berada di sungai Tuntang, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, dan yang satunya di sungai Kliteh, Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu.

"Teman-teman di lapangan masih mengasesmen terkait kondisi kebutuhan warga terdampak. Logistik juga sudah digeser (diturunkan). Dinsos melalui Tagana Kabupaten Grobogan juga sudah turun, untuk membuat dapur umum di pengungsian. Untuk penanganan, kita juga bersinergi dengan BBWS Pemali Juana, mengingat kewenangan pengawasannya (sungai) di bawah BBWS," tutur Muhammad Chomsul.

Halaman:

Tags

Terkini