Kamis, 4 Juni 2026

Peternak Sapi Perah di Boyolali Buang Ribuan Liter Susu Sapi, Ternyata Ini Alasannya

Photo Author
Rohmana Kurniandari, Portaloka
- Sabtu, 9 November 2024 | 23:12 WIB
Peternak hingga pengepul susu di Boyolali melakukan aksi membuang susu di TPA Winong, Sabtu, 9 November 2024. (Ist)
Peternak hingga pengepul susu di Boyolali melakukan aksi membuang susu di TPA Winong, Sabtu, 9 November 2024. (Ist)

BOYOLALI, PORTALOKA.ID - Boyolali yang dikenal sebagai kota penghasil susu terbesar di Jawa Tengah kini tengah mengalami masa sulit. 

Para peternak sapi perah, peloper, hingga pengepul susu sapi di Boyolali terus merugi karena permintaan susu oleh industri pengolahan susu (IPS) semakin menurun. 

Kondisi yang telah terjadi beberapa hari terakhir ini membuat peloper susu merugi hingga jutaan rupiah. 

Saat ini, serapan susu sapi yang mereka kirim ke beberapa IPS dibatasi kuotanya hingga 50 persen setiap harinya. 

Baca Juga: Terus Merugi, Peternak Sapi Perah di Boyolali Lakukan Aksi Mandi Susu

Akibatnya, ribuan liter susu sapi tidak bisa tertampung. 

Berdasarkan data saat ini, setiap harinya ada 30 ton susu sapi segar yang tidak bisa tertampung di IPS. 

Sebagai bentuk solidaritas, peternak hingga pengepul susu sapi di Boyolali melakukan aksi membuang susu hingga mandi susu pada Sabtu, 9 November 2024 siang. 

"Kami melakukan aksi sebagai bentuk dari protes kami mewakili para peternak yang jumlahnya puluhan ribu yang ada di wiliyah Boyolali."

"Saat ini (para peternak) memang sedang menjerit karena kondisi perindustrian susu di Indonesia sedang membatasi jumlah kuota masuk susu dari produk lokal," ujar koordinator aksi, Sriyono, Sabtu, 9 November 2024. 

Peternak sapi perah di Boyolali melakukan aksi mandi susu pada Sabtu, 9 November 2024. (Instagram @aslicahboyolali)

Baca Juga: Fakta-fakta Kebakaran Pasar Karanggede Boyolali, 4 Mobil Damkar Diterjunkan, Tidak Ada Korban Jiwa

Deretan mobil-mobil pikap tampak membawa jeriken dan drum besar berisi susu.

Ada puluhan mobil yang mengikuti arak-arakan ini. 

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X