CIAMIS, PORTALOKA.ID - Rentetan persoalan terkait menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamarican, Kabupaten Ciamis, mendapat perhatian serius dari pihak pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Katineung.
Menyikapi persoalan tersebut, perwakilan yayasan pengelola Dapur SPPG Katineung, Lutfi, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh sebagai langkah perbaikan pelayanan MBG.
Lutfi mengatakan, pihaknya telah menerima masukan dan melakukan komunikasi langsung terkait persoalan yang muncul. Evaluasi tersebut tidak hanya menyangkut menu, tetapi juga kondisi internal dapur serta sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG.
Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Dilarikan ke Rumah Sakit
Menurutnya, pihak pengelola telah membuat berita acara sebagai bagian dari langkah perbaikan dan pembenahan komunikasi internal.
Selain itu, sejumlah langkah teknis juga akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan kondisi dapur dan proses penyediaan makanan berjalan lebih baik.
“Permintaan maaf kami sampaikan secara terbuka. Kami akan melakukan evaluasi total sebagai bentuk perbaikan berkelanjutan,” ujar Lutfi.
Selain mengevaluasi proses penyediaan menu, pengelola juga berencana melakukan penataan ulang personel dapur. Evaluasi tersebut mencakup chef, ahli gizi, staf, serta unsur lain yang terlibat dalam pengelolaan dapur SPPG.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah DPKP Ciamis Putus Mata Rantai Pemasok Pangan, Harga Lebih Rendah dari Pasar
Lutfi menjelaskan, restrukturisasi SDM diperlukan agar pembagian tugas dan komunikasi antarpetugas dapat berjalan lebih efektif.
Pihaknya juga tengah menyiapkan sistem pengelolaan yang melibatkan unsur terkait, termasuk tenaga yang memiliki tugas dalam bidang pengawasan, administrasi, akuntansi, serta pengelolaan dapur.
Di sisi lain, pengelola turut menanggapi persoalan mengenai perekrutan relawan. Disebutkan, sebagian besar relawan berasal dari wilayah sekitar, meskipun terdapat dusun tertentu yang belum melakukan perekrutan. Dalam satu dusun, jumlah relawan disebut mencapai sekitar enam orang.
Pihak pengelola menyatakan akan mengevaluasi kembali mekanisme perekrutan dan penempatan relawan agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih tertib serta memenuhi ketentuan yang berlaku.
Artikel Terkait
Kisah Pilu Guru SDN 1 Bebesen Aceh saat Rumahnya Dilalap Api hingga Merembet ke Rumah Tetangga
Elektabilitas KDM Lampaui Prabowo, Akankah Loyalitasnya Bertahan hingga 2029?
Ratusan Santrinya Diduga Keracunan MBG, Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Bantah Dapur Internal jadi Pemicu
IGRA Ciamis Gelar Rakerda I Tahun 2026, Momentum untuk Membangun Sinergitas dan Penyusunan Program Kerja
Sanksi Tegas BGN Terhadap SPPG Kalitengah Buntut Keracunan MBG Ponpes Manbaul Hikam: Dapur Disuspend, Kepala SPPG Dicopot
Musim Kemarau Picu Ancaman Penyakit, Direktur RSUD Kawali Ciamis Bagikan Tips Hadapi Musim Kering
334 Siswa-Guru di Agam Sumbar Dilaporkan Keracunan MBG, Dapur SPPG Palupuh Diminta Berhenti Operasi