"Kami mendesak agar dilakukan tes DNA untuk mengetahui siapa pemilik sperma, karena ini menyangkut kejelasan hukum," tegas Pazri.
Karena keterbatasan fasilitas forensik di Kalimantan Selatan, kuasa hukum keluarga mengusulkan agar pemeriksaan DNA dilakukan di luar daerah demi mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, terutama dengan adanya bukti-bukti baru yang semakin menguatkan dugaan tindakan kekerasan seksual yang dialami korban sebelum akhirnya dibunuh.***
Artikel Terkait
Lebaran Idul Fitri 2025 Hari Ketiga Pengguna Commuter Line di Wilayah VI Yogyakarta Tembus 287 Ribu
Aksi Tawuran Sekolompok Pemuda dari 2 Kampung di Sikka NTT, Begini Endingnya
Balon Udara Jatuh dan Tersangkut Kabel Listrik di Jatimalang Klirong, Polres Kebumen: Pelaku Bisa Dikenakan Pidana
Diduga Kurang Penerangan, Pemotor Tabrak Mobil yang Hendak Putar Balik di Banguntapan Bantul Yogyakarta
Atalia Praratya Pilih Tenang, Hotman Paris Sarankan Ini untuk Hadapi Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil
Wahana Baru Objek Wisata Keliling Dunia Majalengka, Cocok untuk Destinasi Liburan Keluarga saat Lebaran
Wisata Durian Hill, Destinasi Wisata Baru di Ciamis dengan View Indah dan Tiket Masuknya Murah, Ini Lokasinya