Dalam pembuatan masjid didatangkan pula para pekerja India dari Singapura.
Pada saat itu, secara kebetulan banyak dermawan yang menyumbangkan telur sebagai bahan pangan.
Sesuai dengan pengetahuan pekerja India, putih telur itu pun digunakan untuk merekatkan bangunan pada Masjid Raya Sultan Riau.
Sebagai masjid berkubah pertama di nusantara, Masjid Raya Sultan Riau merupakan wujud dominasi Islam di Pulau Penyengat.
Baca Juga: Bukan Atta Halilintar dan Raffi Ahmad, Inilah Youtuber dengan Penghasilan Tertinggi di Indonesia
Kesan mewah tidak hanya pada pesona bangunan saja, tetapi juga berkat narasi sejarahnya.
Hal itulah yang menjadi daya pikat dalam menarik simpati pelancong untuk berburu kisah di Pulau Penyengat.
Untuk itu, pesona Masjid Raya Sultan Riau masih eksis di antara peninggalan Islam lainnya hingga saat ini.***