Argo wisata tersebut bisa jadi alternatif wsata keluarga saat masa libur sekolah.
"Varietas di sini ada 1800, luasan 500 meter persegi."
"Pengunjung yang kali ini datang dari Delanggu, Sukoharjo, Jogja, Gunungkidul," tutunya.
Setiap musim panen tiba, perkebunan melon milik Betha Sutrisno ini dapat menghasilkan 2,5 ton buah melon.
Sedangkan jumlah pengunjung bervariasi, antara 10 hingga 100 orang per hari.
Sejumlah pengunjung mengaku senang bisa datang ke perkebunan melon tersebut.
Mereka bisa memetik, memilih dan menikmati langsung buah melon dari kebun.
"Dulu itu pernah ngajak anak metik anggur, sekarang coba melon seperti apa. Ini kebetulan lagi ke tempat neneknya jadi mampir ke sini."
"Menariknya bisa petik sendiri juga bisa sekalian belajar, boleh tanya-tanya apa yang ingin kita tahu, jadi bisa mengerti melon yang enak itu seperti apa, yang manis seperti apa ciri-cirinya, jadi nanti kalau beli sendiri di pasar atau toko buah biar enggak ketipu," ucap pengunjung asal Yogyakarta, Putri Kameswara.
"Karena sambil berwisata kita bisa metik buah sendiri, bisa merasakan juga belajar."
"Tempatnya juga bersih, tidak becek-becek, harganya tergolong murah, rasanya enak manis," kata Kuat Priato, pengunjung dari Banyumas. ***