PANGANDARAN, PORTALOKA.ID - Satu-satunya destinasi wisata di Pangandaran, Jawa Barat yang dibiarkan merana adalah Pantai Karapyak.
Selama diasuh Pemda Kabupaten Ciamis dan Pemda Kabupaten Pangandaran, perkembangan Pantai Karapyak tak mengalami perubahan yang signifikan.
Salah satu pejuang wisata di Pantai Karapyak, Agus Valley, mengatakan, selama 23 tahun pantai ini merana tanpa penataan kawasan.
Pantai Karapyak dikelola warga lokal yang bertahan hidup untuk membiayai keluarganya.
"Saya bergerak bersama warga lokal untuk meminta persamaan perlakuan dalam membangun wisata Pangandaran. Semua kebijakan pembangunan wisata hanya diarahkan ke Pantai Pangandaran sementara Pantai Karapyak dibiarkan tanpa sentuhan. Tidak ada fasilitas penunjang wisata. Kami dibiarkan sendirian mempertahankan hidup di Pantai Karapyak," ujar Agus Valley, Senin, 21 April 2025.
Menurut Agus, selama 13 tahun di bawah kekuasaan Pemda Pangandaran, Pantai Karapyak tidak dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan.
Arus kunjungan wisatawan hanya diarahkan ke Pantai Pangandaran yang dekat dengan kekuasaan.
"Begitu memasuki area Pantai Karapyak seperti tidak sedang berwisata. Kebersihan tidak didukung oleh dinas teknis dan insfratruktur jalan kurang lebar sehingga tidak mendukung kenyamanan pengunjung," tambah Agus.
Selain itu, Agus meminta Dinas Pariwisata untuk menggelar event besar di Pantai Karapyak.
Selama bertahun-tahun tidak ada event penarik yang membuat pengunjung betah berwisata di Pantai Krapyak.
"Tanpa ada dukungan event perkembangan Pantai Karapyak akan lambat. Pantai Karapyak sepi pengunjung karena tidak ada daya tarik," ujar Agus.
Agus berharap di bawah kepemimpinan Bupati Pangandaran Citra Fitriyami, Pantai Karapyak mendapatkan perhatian dan pemerataan keu ekonomi yang seimbang dengan destinasi lainnya.