Para pelaku usaha wisata di Pantai Karapyak butuh dukungan regulasi Pemerintah agar bisa hidup yang layak.
"Saya sudah mendapatkan informasi katanya Masterplan dan DED Pembangunan Pantai Karapyak sudah diketok palu. Kami menunggu realisasinya agar penderitaan masyarakat tidak berkepanjangan. Sudah banyak yang gulung tikar dan beberapa pelaku usaha mulai menjual asetnya," ujar Agus dengan nada bergetar.
Salah satu pengunjung wisata, Lala mengatakan, pemandangan alam Pantai Karapyak tak kalah dengan pantai lainnya di Pangandaran.
Tapi sayang sekali semua masih alami tidak ada penataan kawasan yang membuat pengunjung betah. Kebersihan pantai juga tidak didukung oleh petugas dari dinas terkait.
Baca Juga: TOP 10 Daerah di Jawa Barat yang Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan, Juaranya Bukan Pangandaran
"Yang kami keluhkan itu biaya parkir yang mahal. Tiket masuk masih terjangkau, tapi parkir mobil penumpang Rp15.000. Mahal biaya parkirnya tapi tidak ada fasilitas penunjang parkir," ujar Lala.***
Artikel Terkait
4 Fakta Aerox Tabrak Yaris di Simpang Empat Ngabean Yogyakarta, Pembonceng Mengalami Luka Serius di Kepala
4 Fakta Minibus Tabrak Motor di Depan Bandara YIA Kulon Progo, 2 Orang Terluka dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit
Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usai 88 Tahun Usai Tampil Paskah di Lapangan Santo Petrus
Kondisi Sopir Taksi Online Pasca Digorok Pakai Cutter di Karangnongko Klaten, Dirawat di RS PKU Muhammadiyah Jatinom
Dibuka Juni, Ini 20 SMA Terbaik di Banten, Referensi SPMB 2025, Ada Negeri dan Swasta
20 SMA Terbaik di Surabaya, Acuan Bagi Siswa pada SPMB 2025, Juaranya Bukan Negeri!