Prosesi wiwitan itu sebagai wujud syukur atas kesuburan tanah.
Sekaligus memiliki pesan untuk selalu menjaga kesuburan tanah.
Selanjutnya, rombongan kirab menuju ke Umbul Ponggok.
Di Umbul Ponggok dilaksanakan prosesi menyembelih kambing kendit dan mengambil air menggunakan kendi.
"Di Umbul Ponggok kami mengadakan penyembelihan kambing kendit."
"Dalam filosofi Jawa itu untuk tolak bala atau menjauhkan dari marabahaya," tuturnya.
Setelah itu, peserta kirab menuju ke halaman Balai Desa Ponggok untuk melakukan kenduri air.
Air dari tujuh umbul kemudian digunakan untuk prosesi siraman perangkat dan aparat Desa Ponggok.
"Untuk siraman perangkat desa, pesannya kami bertekad mengelola sumber daya air dengan visi misi jelas."
"Tentu sumber daya air itu akan kami jaga, termasuk dalam tata pengelolaan dan administrasi di pemerintahan Desa Ponggok," ujarnya.
Artikel Terkait
Prabowo Resmi Luncurkan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih di Bentangan Wonosari Klaten, Presiden Didampingi Zulkifli Hasan hingga Puan Maharani
Kecelakaan Tabrak Lari di Jalan Raya Jogja-Solo Trunuh Klaten, Pembonceng Sepeda Motor Matik Tewas, Begini Kondisinya
Truk Muatan Galon Seruduk Bokong Truk Misterius di Jalan Jogja-Solo Trunuh Klaten, Sopir Terjepit Begini Kondisinya
OTW ke Sleman, Truk Boks Muatan Plastik Terguling di Jalan Jogja-Solo Delanggu Klaten Gegara Becah Ban Velg Pecah
Kemeriahan Ratusan Anak dan Remaja Ikut Festival Gejog Lesung di Barepan Cawas Klaten, Main Musik Pakai Alat Penumbuk Padi yang Harus Dilestarikan