ragam

Menilik Tradisi Munggahan dalam Balutan Tradisi Syiar Islam di Tatar Galuh Ciamis - Part 1

Jumat, 7 Februari 2025 | 08:42 WIB
Masyarakat Ciamis menggelar tradisi Ngikis di Karangkamulyan menjelang bulan Ramadhan (Pemkab Ciamis)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Satu-satunya tradisi Islam yang berumur ratusan tahun hingga kini adalah Munggahan.

Setiap memasuki bulan Ramadhan, setiap muslim melakukan kegiatan tradisi berdoa di makam, bebersih makam dan diakhiri dengan makan berjamaah.

Bukan hanya itu, setiap pribadi muslim dianjurkan melakukan pertobatan lewat bebersih badan. Ada ritual mandi tobat membuang kotoran hadas badan dan jiwa.

Setelah bebersih badan dianjurkan bersedekah makanan sebagai jamuan terakhir sebelum puasa Ramadhan.

Baca Juga: Owner Durian Kujang Menolak Pengosongan Kedai Durian Kujang Ciamis

Sejatinya tradisi Munggahan ini buah karya dakwah Waliyullah penyebar Islam di Galuh.

Di pusat Kerajaan Galuh di Karangkamulyan, Ciamis, Jawa Barat kegiatan Munggahan dibalut dengan tradisi Ngikis.

Mandi di sumur mata air kuno untuk mengikis kotoran dan hadas.

Makna simbolisnya adalah menyambut Ramadhan harus bersih raga dan jiwa. Ritual mandi tobat ini dikenal dengan tradisi Ngikis.

Baca Juga: Ramadhan Sebentar Lagi, Ini 3 Rekomendasi Tempat Munggahan Terbaik di Ciamis, Tempatnya Sejuk Cocok Sambil Botram

Ngikis bukan hanya di Karangkamulyan, tapi juga dilaksanakan di Situs Gunung Padang Desa Sukaresik, Cikoneng.

Ritual diawali mandi tobat di tujuh mata air, bebersih situs dan berdoa. Kemudian diakhiri dengan makan tumpeng berjamaah.

Sementara di Bojonggaluh Salawe tradisi Munggahan dikemas dengan Tradisi Misalin. Ritual ini menggabungkan mandi tobat, kemudian ngadamar, bebersih makam, berdoa di makam leluhur dan makan tumpeng berjamaah kemudian ditutup dengan upacara adat pergantian busana.

Tidak sesederhana Munggahan di kampung kecil. Ini Munggahan paling mewah dan telah ditetapkan sebagai kekayaan Warisan Budaya Tak Benda.

Halaman:

Tags

Terkini