CIAMIS, PORTALOKA.ID - Untuk pertama kalinya, Kohkol Kabuyutan dipamerkan sejak disimpan beberapa puluh tahun lalu.
Kentongan berusia lebih dari satu abad di Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, diarak oleh warga ke Situ Cibubuhan.
Kohkol Kabuyutan dipercaya memiliki nilai luhur itu, baru kali pertama dikeluarkan sejak disimpan di museum pelestarian Desa Cibeureum puluhan tahun lamanya.
Menurut tradisi lisan warga Desa Wisata Cibeureum, konon Kohkol Kabuyutan tersebut merupakan alat komunikasi leluhur mereka sebagai sumber pesan yang disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Uniknya, dahulu kala Kohkol Kabuyutan ini memiliki telik sandi pesan informasi yang berbeda-beda sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada warga.
"Pesan itu disampaikan pada waktu-waktu tertentu sesuai pesan yang ingin disampaikan kepada warga. Misalnya ada bencana, kematian atau hal-hal yang bersifat penting yang harus diketahui warga," ungkap Wakil Ketua Pengelola Desa Wisata Premium Cibeureum, Irpan, Minggu, 15 Desember 2024.
Pada saat jaman gerombolan, terang Irpan, Kohkol Kabuyutan itu dijadikan simbol pesan apabila ada yang dicurigakan dan rakyat harus waspada.
Bahkan suara Kohkol Kabuyutan tersebut apabila dibunyikan terdengar ke seluruh pelosok desa.
Baca Juga: Anak Senja Sini Merapat, Ini 4 Spot Terbaik untuk Menikmati Sunset dan Sunrise di Ciamis
Kini Kohkol Kabuyutan itu dikeluarkan sebagai tanda Launching Desa Wisata Premium Jawa Barat Cibeureum dan Gelar Budaya Nyawang Bulan di Situ Cibubuhan.
Dikeluarkan Kohkol Kabuyutan tersebut diiringi oleh warga yang menabuh kohkol kecil.
Sementara Kepala Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dian Kusdiana menerangkan bahwa Kohkol Kabuyutan yang berusia lebih dari satu abad tersebut menjadi ikon yang penting dari Desa Wisata Premium Jawa Barat Cibeureum, Ciamis.
Kohkol Kabuyutan ini menjadi salah satu daya tarik wisata dengan memiliki nilai kearifan lokal yang perlu dilestarikan.