"Jadi Abah mau gimana lihat maraknya Kotak Kosong?" timpal Imas.
Mama Rohel tarik nafas lalu berkata,"Abah akan hancurkan Kotak Kosong dengan sambaran petir. Saha wae anu ulu biung dina urusan Kotak Kosong akan dimangsa Jin Petir alias Gledek," saut Abah.
Baca Juga: Ngopi Sufi: Mama Rohel Marah-Marah
Dalam adat Kampung Cikarohel pantang hati dan pikiran penduduknya kosong. Pasti akan disambar petir yang ngahuleng di Kampung Cikarohel.
"Nyi, Abah akan kerahkan kekuatan petir untuk membakar Kotak Kosong dan Otak Kosong. Pang bodo bodona jalma anu memilih kotak kosong, anu teu walakaya," gumam Mama Rohel.
Kemudian Mama Rohel memanggil angin dan sekolebat Mama Rohel ngahiang ke alam gaib.
Mama Rohel sedang negosiasi dengan penguasa petir untuk membakar semua Kotak Kosong.
"Hahahaha.. Aya noan pengersa ka alam aing," ujar Jin Petir menyapa Mama Rohel.
"Kieu Uwa Jin, wayahna turun ka negeri Kanjeng Prebu, bakar semua Kotak Kosong, dukung Adipati Singacala VI memimpin negeri Kanjeng Prebu," ujar Mama Rohel.***