Oleh: Bang Sufi
PORTALOKA.ID - Botram dari zaman ke zaman menjadi simbol perekat berbangsa khususnya suku bangsa Sunda.
Menikmati nasi timbel dengan sambel dan ikan asin bersama-sama keluarga dan teman sambil healing adalah ciri khas orang Sunda.
Kemanapun orang Sunda pergi dan acara apapun selalu bawa bekal nasi timbel dan lauk pauk khas kampung halaman. Orang Sunda menyebutnya dengan istilah Botram.
Maka tak heran, Botram kini bukan prilaku pribadi tapi sudah menjadi budaya komunal orang Sunda.
Baca Juga: Menilik Upacara Nyangku, Tradisi Sakral Warisan Leluhur Panjalu Ciamis
Tidak afdhol tanpa Botram, tentu ini bukan sekadar makan bersama, ada nilai kebersamaan yang dibangun lewat kuliner kampung.
Kemajuan zaman dan perkembangan kuliner modern mulai menggeser Botram, anak anak muda sudah tidak mengenal Botram, semua serba online.
Makanan dipesan dan datang ke alamat pemesan. Individual sekali karena tidak ada interaksi sosial.
Kehilangan tradisi kebersamaan lewat Botram nampaknya tak disadari, kita banyak mengadopsi budaya individual Barat yang tidak ramah terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
Baca Juga: Ritual Jamasan Pusaka Adipati Koesoemadingrat Sarana Silaturahmi Masyarakat Tatar Galuh Ciamis
Budaya kuliner khas Galuh banyak yang sudah mati dan hilang. Namun beberapa budaya baru hasil kreatifitas bermunculan.
Botram hilang kini muncul tradisi ngaliwet bersama.
Nasi liwet menjadi trending sebagai wadah interaksi kebersamaan yang dibangun dengan semangat kuliner lembur.