Oleh karena itu, fenomena kulminasi Utama ditetapkan juga sebagai hari tanpa bayangan oleh pengamat BMKG.
Fenomena kulminasi terjadi akibat bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat dan berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.
Hal ini menyebabkan posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun atau disebut sebagai gerak semu harian matahari.
Bagaimana cara mengamatinya?
Periset Antariksa BRIN Andi Pangerang menjelaskan bahwa kulminasi merupakan kondisi geografis yang dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia.
Namun, pengamatan ini bergantung pada Waktu yang berbeda dan dari letak geografis masing-masing daerah.
Andi memberikan tips untuk dapat menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan matahari di Indonesia.
"Pertama siapkan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang dapat ditegakkan, lalu letakkan di permukaan yang rata dan amati bayangan sesuai dengan Waktu yang ditentukan," kata Andi dalam artikel BRIN, pada 6 September 2022.
Selain itu, pengamat dapat mendokumentasikan dengan foto atau rekaman video saat proses tidak adanya bayangan matahari.
Jika cuaca berawan, maka pengamat dapat menyaksikan fenomena kulminasi paling cepat lima menit sebelumnya, atau paling lambat lima menit setelah Waktu yang ditentukan.
Hal tersebut karena bayangan akan muncul kembali di luar rentang waktu lima menit.
Kapan hari tanpa bayangan terjadi di Indonesia?