Tapi setelah selesai mengetik, Sayuti Melik membuang naskah tersebut ke tempat sampah karena dikira naskah berbentuk tulis tangan itu sudah tidak digunakan lagi.
Baca Juga: 12 Ide Lomba Pasangan di Perayaan HUT ke 79 RI yang Seru, Romantis Tapi Bikin Ngakak
2. Naskah Proklamasi Diselamatkan oleh Seorang Wartawan Aceh
Teks proklamasi berupa tulisan tangan Presiden Soekarno yang dibuang oleh Sayuti Melik, berhasil diselamatkan.
Orang yang berjasa menyelamatkan naskah tersebut adalah BM Diah, seorang wartawan asal Aceh yang ikut dokumentasi proklamasi.
Menurut situs Indonesia Baik, BM Diah menyimpan naskah tersebut selama 47 tahun sebelum akhirnya diserahkan ke Museum Nasional pada tahun 1992.
3. Rekaman Proklamasi Bung Karno Bukan Tahun 1945
Banyak yang mengira rekaman suara Presiden Soekarno yang membacakan teks proklamasi direkam langsung pada 17 Agustus 1945.
Ternyata, suara tersebut direkam pada 1951 di studio RRI (Radio Republik Indonesia).
Hal itu lantaran pada saat dibacakannya naskah proklamasi oleh Bung Karno pada 1945, Indonesia belum punya teknologi canggih.
Sehingga, hanya dokumen foto saja yang dimiliki saat itu.
Itulah 3 fakta menarik terkait naskah proklamasi. Bagaimana, sekarang jadi tahu kan apa yang terjadi pada 79 tahun lalu?