ragam

Prinsip Tegas Gus Makki di Pilbup Banyuwangi 2024, Lebih Baik Kembalikan Rekom Ketimbang Hanya Jadi Wakil

Sabtu, 20 Juli 2024 | 21:59 WIB
KH Ali Makki Zaini menyampaikan satu prinsip yang tidak bisa ditawar lagi dalam kontestasi Pilbup Banyuwangi 2024. (Promedia)

PORTALOKA.ID - KH Ali Makki Zaini menyampaikan satu prinsip yang tidak bisa ditawar lagi dalam kontestasi Pilbup Banyuwangi 2024.

Prinsip yang ia pegang teguh itu sudah final dan disampaikan kepada CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono bersama rombongan yang berkunjung ke pesantren sekaligus kediamannya di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, awal pekan ini.

Pernyataan Gus Makki, sapaan KH Ali Makki Zaini, ini ternyata terkait dengan utak utik rekomendasi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi pada Pilkada Serentak 2024.

"Lebih baik rekom saya kembalikan daripada hanya jadi wakil (P2). Untuk apa jadi wakil, lha wong wakil bupati gak bisa apa - apa," ungkap KH Ali Makki Zaini dengan mimik serius.

Baca Juga: Rute, HTM, Fasilitas dan Jam Operasional The World Landmarks Merapi Park Yogyakarta, Bisa Berenang hingga Berinterasi dengan Kelinci dan Kucing

Mantan Ketua PCNU Banyuwangi yang dicaretaker ini menegaskan bahwa rekomendasi yang ia bawa dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar adalah calon bupati.

Sejauh ini ia meyakini rekom tersebut tidak akan berubah karena informasi Cak Imin kerap bermain dalam politik termasuk rekom Pilkada Serentak 2024 adalah framing negatif.

"Cak Imin tidak begitu, itu framing. Celakanya framing yang sengaja dihembuskan oleh pihak lain ini berhasil memengaruhi pikiran orang yang kemudian meyakini itu benar," tegas KH Ali Makki Zaini.

Karena itu, tutur Gus Makki kepada Agus Sulistriyono dan rombongan, dirinya all out untuk memperjuangkan kepercayaan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk berjuang di Pilbup Banyuwangi 2024.

Baca Juga: Punya Stok Daging Ayam di Kulkas? Yuk Ayam Goreng Mentega untuk Menu Sarapan Bareng Anak dan Suami di Rumah

Ditambah lagi restu dari Ponpes Ploso, Kediri, Jawa Timur, sudah didapat.

Sebagai seorang murid yang dulu pernah ngenger disana tidak berani main - main.

"Saya ini murid Ploso, tidak akan berani melangkah sebelum ada restu," lontarnya dengan intonasi tegas.

Makanya sejak rekom itu ia pegang langsung gaspol melakukan turun ke bawah menemui masyakarat.

Halaman:

Tags

Terkini