ragam

Catatan Akhir Tahun 2025: Keberhasilan dan Tantangan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:15 WIB
Deretan prestasi yang diraih Kabupaten Ciamis serta tantangannya sepanjang tahun 2025 (Portaloka.id)

Ciamis juga meraih penghargaan sebagai salah satu daerah terbaik dalam digitalisasi daerah tingkat Jawa Barat, mempertegas keberhasilan program transformasi digital.

Selain itu, untuk ketujuh kali berturut-turut, Kabupaten Ciamis meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Pratama, menunjukkan keberlanjutan komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Baca Juga: Di Ujung Tahun, di Tengah Lesunya Pariwisata Ciamis Masihkah Pariwisata Menjadi Harapan Pendapatan Daerah?

3. Penguatan Sumber Daya Manusia dan Pendidikan

Tahun ini menjadi momentum penting bagi penguatan sektor pendidikan Kabupaten Ciamis dengan dilantiknya ratusan guru dan kepala sekolah oleh Bupati Herdiat Sunarya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan di sekolah-sekolah dasar dan menengah.

4. Kegiatan Perencanaan dan Tata Kelola Pembangunan

Pemerintah daerah memulai proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, menandakan komitmen merancang arah pembangunan yang partisipatif, terukur, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta kebijakan nasional dan provinsi.

5. Penghargaan Lingkungan dan Kinerja Pemerintahan

Dalam momentum Hari Jadi Ciamis ke-383, pemerintah daerah berhasil meraih beragam penghargaan tingkat regional dan nasional meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dan musibah alam, menunjukkan daya juang pemerintah daerah dalam mempertahankan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Tutup Tahun 2025 dengan Istighatsah dan Doa Bersama, Tidak Ada Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026

Tantangan dan Kegagalan yang Masih Membayangi

1. Defisit Anggaran yang Belum Tuntas

Salah satu tantangan serius yang dihadapi Kabupaten Ciamis tahun ini adalah defisit APBD sekitar Rp138 miliar yang dipengaruhi oleh dampak berkepanjangan pandemi COVID-19.

Situasi ini memaksa pemerintah daerah merancang langkah-langkah efisiensi anggaran agar pembiayaan pembangunan tetap berkelanjutan tanpa membebani generasi penerus.

Halaman:

Tags

Terkini