Minggu, 19 Juli 2026

Gerakan 'Nyaah Ka Indung' Brimob Polda Jabar Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya Bangkitkan Kembali Air Mata yang Mengering Lansia Tanpa Keluarga

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Selasa, 11 November 2025 | 18:15 WIB
Brimob Polda Jabar Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya memberikan santunan dalam program Nyaah Ka Indung (Portaloka.id/Bang Sufi)
Brimob Polda Jabar Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya memberikan santunan dalam program Nyaah Ka Indung (Portaloka.id/Bang Sufi)

 

Oleh:
Bang Sufi

 

PORTALOKA.ID - Kesamaan penderitaan akan mempertemukan rasa yang menembus batas apapun. Itu yang saya rasakan setiap Jumat Berkah bersama Brimob Polda Jabar Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya.

Setiap Jumat saya ikut merasakan semangat berbakti anak-anak bangsa anggota Brimob berbagi sembako untuk emak-emak lansia. Pun saya juga merasakan rasa sedih emak-emak lansia yang hidup sebatang kara.

Sebut saja Emak Iroh (nama disamarkan) warga Desa Pasirbatang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Di sisa usianya ia sakit-sakitan dan lumpuh tak bisa jalan. Anak-anaknya tidak ada yang dekat di sisinya.

"Emak sendirian di gubuk ini. Emak ingin sehat dan ingin bisa jalan, doakan emak ya, Jang?," ucap Emak Iroh sambil menangis haru.

Baca Juga: Bawa Efek Positif, Pembiayaan KUR BRI Terbukti Dorong Kenaikan Omzet UMKM hingga Double Digit

Saya bersama anggota Brimob seperti anak cucu berkunjung karena rindu. Satu paket sembako kami serahkan sebagai tanda sayang dan bakti. Pecah tangisan si Emak, dan saya diam-diam ikut menangis. Tak tahu harus bagaimana merawat sosok emak lansia sebatang kara.

Komandan Brimob Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya, Kompol Adjang Suhendar, SE., MM., mengatakan, program menyantuni emak-emak lansia merupakan amaliah kecil dan senyap.

Ini salah satu merawat tradisi berbakti kepada ibu yang dikemas dalam tema "Nyaah Ka Indung".

"Dengan segala kerendahan hati, kami belum mampu menyantuni semua emak-emak lansia. Setiap pekan paling hanya 6 paket sembako yang kami salurkan. Gerakan kecil ini semoga menjadi inspirasi agar semakin banyak orang peduli dengan ibunya," ujarnya.

Baca Juga: Brimob Polda Jabar Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya Berbagi Sembako untuk Lansia

Menelantarkan seorang ibu bukan hanya dosa, tapi juga akan menyebabkan kutukan.

Surga di bawah telapak kaki ibu itu bukan sekadar pepatah. Tuah seorang ibu yang marah bisa mengubah Malin Kundang menjadi batu.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X