Minggu, 19 Juli 2026

Jarang Diketahui, Tadinya Proklamasi Kemerdekaan RI Bukan 17 Agustus Tapi Direncanakan pada Tanggal Ini

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 17 Agustus 2025 | 09:17 WIB
Potret sejarah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Presiden ke-1 RI, Soekarno pada 17 Agustus 1945.  (X.com/BoudewijnSteur)
Potret sejarah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Presiden ke-1 RI, Soekarno pada 17 Agustus 1945. (X.com/BoudewijnSteur)

PORTALOKA.ID - Setiap tahun, rakyat Indonesia merayakan 17 Agustus dengan penuh suka cita. Tanggal ini dikenang sebagai hari lahirnya bangsa yang merdeka.

Kendati demikian, belum banyak warga Indonesia yang tahu sebenarnya tanggal proklamasi kemerdekaan RI sempat bukan ditetapkan pada 17 Agustus 1945 silam.

Dalam catatan sejarah yang dituliskan Aboe Bakar Lubis dalam bukunya bertajuk "Kilas-Balik Revolusi: Kenangan, Pelaku, dan Saksi (1992)", kemerdekaan RI sempat direncanakan jatuh pada 24 Agustus 1945.

Rencana itu muncul setelah pertemuan penting antara tokoh bangsa dan pihak Jepang di Vietnam.

Baca Juga: Merdeka Travelling! Saatnya Wujudkan Liburan Impian Lewat Promo BRI Consumer Expo 2025 di Bandung, Ada Cashback Hingga Rp 5 Juta

Tanggal 12 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat dipanggil ke Dalat, Vietnam.

Mereka bertemu dengan Marsekal Terauchi, Panglima Militer Jepang di Asia Tenggara. Di sana, sebuah kabar besar diungkapkan.

Terauchi menyampaikan, Jepang sudah berada di ambang kekalahan setelah hancurnya Hiroshima dan Nagasaki akibat bom atom Amerika Serikat.

Kondisi itu membuat Jepang berjanji memberi kesempatan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Tentang Proklamasi yang Jarang Diketahui, Ternyata Naskah Proklamasi Pernah Dibuang ke Tempat Sampah

“Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” kata Terauchi dalam pertemuan tersebut.

Ia bahkan menyarankan agar proklamasi dilakukan pada 24 Agustus 1945, dengan persiapan lanjutan dimulai sehari setelahnya.

Lalu, Soekarno dan rombongan sepakat dengan tawaran itu. Menurut catatan Aboe Bakar Lubis, kabar gembira ini segera disebarkan setibanya mereka di Tanah Air.

"Namun, situasi berubah cepat. Pada 14 Agustus 1945, Jepang resmi menyerah kepada Sekutu. Kabar tersebut memicu perpecahan di kalangan pergerakan nasional antara golongan tua dan golongan muda," tulis Aboe Bakar Lubis dalam bukunya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X