Satu mud setara dengan 675 gram atau ¾ liter, sementara satu sha' setara dengan empat mud atau 2.700 gram. Meneladani Rasulullah saw, kita bisa mulai dengan menggunakan air secukupnya saat wudu atau mandi. Langkah kecil ini membantu menghemat sumber daya alam dan menjadi wujud syukur atas nikmat air yang Allah berikan.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat tentang Menjaga Lisan: Berkata yang Baik atau Diam
Kedua, tidak membuang sampah sembarangan. Rasulullah saw menjadikan kebersihan separuh dari keimanan. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya, “Kebersihan separuh dari keimanan.” (HR. Muslim)
Membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya adalah wujud nyata dari menjaga kebersihan lingkungan, yang merupakan bagian dari iman kita kepada Allah.
Ketiga, menanam pohon. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ
Artinya, “Dari sahabat Anas r.a., Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: 3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi pada Hari Jumat, Satu di Antaranya Terlindung dari Fitnah Dajjal
Hadis ini menunjukkan bahwa menanam pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga mendatangkan pahala bagi pelakunya. Menanam pohon, bahkan hanya beberapa pot di depan rumah, adalah langkah kecil yang bermakna besar.
Langkah ini juga dapat menjadi inspirasi bagi komunitas di sekitar kita untuk turut menjaga lingkungan. Ketika satu keluarga menanam pohon, tetangga lain dapat termotivasi untuk melakukan hal serupa, sehingga tercipta lingkungan yang lebih hijau dan bermanfaat bersama.
Keempat, mengurangi penggunaan plastik. Plastik yang sulit terurai dapat menyebabkan dampak buruk yang nyata bagi lingkungan rumah kita, mencemari tanah dan bahkan masuk ke rantai makanan melalui lautan.
Di rumah, kita bisa mulai mengganti plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti tas kain untuk berbelanja, wadah kaca untuk penyimpanan makanan, atau sedotan bambu sebagai pengganti plastik.
Baca Juga: Manfaatkan KUR BRI, Pengusaha Wanita Ini Berhasil Sulap Kelor Jadi Aneka Olahan Pangan yang Digemari