Minggu, 19 Juli 2026

Kapan Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1447 Hijriah? Ini Penjelasan Kemenag

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:51 WIB
Ilustrasi - Pengamatan hilal untuk melihat bulan baru jelang Ramadhan 1447 H (Kemenag RI)
Ilustrasi - Pengamatan hilal untuk melihat bulan baru jelang Ramadhan 1447 H (Kemenag RI)

PORTALOKA.ID - Umat Islam akan segera menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pengamatan hilal untuk mengetahui awal Ramadhan.

Hasil pengamatan hilal selanjutnya dibahas dalam sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan.

Dilansir dari laman Kemenag, pengamatan hilal akan dilakukan di 96 lokasi di Indonesia pada Selasa, 17 Februari 2026.

Baca Juga: CATAT! Ini Jadwal Belajar Selama Ramadhan 1447 H hingga Idul Fitri

Sidang isbat akan dilakukan pada hari yang sama setelah hasil pengamatan hilal dilaporkan.

Sidang isbat akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.

Menurut rencana, sidang akan dihadiri berbagai pihak, di antaranya Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha ITB, duta besar negara sahabat, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengungkapkan, sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.

Baca Juga: Tidak Ada Libur! MBG Tetap Jalan Selama Ramadhan, Zulhas Spill Menunya

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad, dikutip Sabtu, 14 Februari 2026.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.

Posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik, serta sudut elongasi 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.

Data ini sesuai dengan kriteria visibilitas yang digunakan (seperti MABIMS), sehingga hilal belum memenuhi syarat terlihat secara teoritis.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X