PORTALOKA.ID - Aksi demo PKL Teras Malioboro 2 bersama mahasiswa dan aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Rakyat berakhir bentrok, Jumat, 7 Februari 2025.
Aksi tersebut dilaksanakan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY sejak pukul 14.30 WIB hingga menutup arus lalu lintas.
Dalam orasinya, mereka menyampaikan aspirasi terkait proses relokasi dari sentra Teras Malioboro 2 ke tempat baru di Kentandan dan Beskalan sejak Januari 2025.
Proses relokasi itu dianggap tidak berpihak pada pedagang, khususnya tentang transparansi relokasi.
Baca Juga: Seru Banget! Nguber Drummer Street Jam Sambangi Malioboro Yogyakarta, Kolaborasi Bareng Musisi Lokal
Mereka juga menuntut jaminan hidup pasca relokasi dari tempat lama ke lokasi yang baru.
Masa aksi unjuk rasa ini berharap bisa bertemu dengan anggota DPRD DIY untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Namun, karena tak kunjung ditemui hingga sore hari, masa pun memilih bertahan dan melakukan bolade Jalan Malioboro.
Hal inilah yang menjadi pemicu amarah dari pelaku usaha lain yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Dikarenakan aksi tersebut dianggap menutup jalan dan mengganggu oleh pelaku usaha lainnya, maka terjadilah bentrok di Malioboro sekitar pukul 18.30 WIB.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma membeberkan adanya peristiwa bentrokan yang terjadi di Jalan Malioboro tersebut.
"Kronologinya tadi habis salat magrib kemudian ada pelaku usaha Malioboro merasa terganggu karena aksi teman-teman mahasiswa maupun kelompok PKL Tri Dharma orasi di DPRD yang menutup jalan," katanya kepada Portaloka.id.
Puluhan pelaku usaha informal di sekitar Malioboro yang merasa terganggu meminta masa untuk membubarkan diri hingga terjadilah adu mulut.