PORTALOKA.ID - Linimasa media sosial, tengah ramai membahas ihwal Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mendadak disorot setelah menggelar seremoni pelepasan unit pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
Dalam unggahan Instagram @genvoice.id, pada Selasa, 1 September 2026, momen pemberangkatan armada tersebut dinilai warganet terlalu seremonial di tengah kondisi karhutla yang sudah terjadi.
"Kritik muncul karena kebakaran disebut sudah menyebar saat armada diberangkatkan," tulis postingan tersebut.
"Momen ini pun menuai komentar publik yang mempertanyakan urgensi seremoni di tengah situasi darurat karhutla," imbuhnya.
Baca Juga: 6 Langkah Raih Promo Cashback untuk Liburan ke Negara Empat Musim dengan BRI Kartu Kredit Infinite
Lantas, bagaimana sebenarnya prosesi seremonial pelepasan armada damkar yang digelar Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran itu? Berikut fakta di antaranya.
Apel Pasukan Karhutla 2026
Pemprov Kalteng dan TNI-Polri diketahui sempat melaksanakan Apel Pasukan Karhutla 2026 di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Saat itu, Agustiar sebagai Gubernur Kalteng memimpin jalannya apel dengan tampak menggenggam bendera kotak-kotak sebagai tanda armada siap diberangkatkan.
Gubernur Kalteng itu juga melepas secara resmi rombongan personel gabungan yang terdiri dari jajaran Kodam, Polda, serta ASN Pemprov Kalteng untuk diterjunkan ke lapangan.
Amanat Agustiar saat Seremoni
Dalam amanatnya, Agustiar menyampaikan apresiasi atas bentuk nyata komitmen TNI-Polri, serta ASN Provinsi Kalteng yang dinilai tidak tinggal diam saat masyarakat membutuhkan penanganan cepat di tengah Karhutla.
Agustiar menegaskan, kondisi yang dihadapi saat ini bukanlah momentum untuk saling menyalahkan atau berdebat.