Saksi langsung memanggil warga setempat untuk membantu padamkan api.
Baca Juga: Mahasiswi ITB Terduga Pembuat Meme Prabowo-Jokowi Dianggap Melanggar UU ITE, Ini Ancaman Hukumannya
Namun kondisi nyala si jago merah semakin besar hingga warga tak berani masuk ke lokasi kebakaran.
"Lalu saksi memanggil warga sekitar dan berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Tapi api sudah telanjur membesar sehingga warga tidak berani masuk," ujarnya.
Akhirnya warga menghubungi pemadam kebakaran.
Tak berselang lama, 7 armada datang untuk melakukan pemadaman.
Dikatakan Jeffry, api akhirnya bisa padam pada pukul 17.00 WIB.
"Akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB api berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan untuk memastikan titik api sudah padam," ucapnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Hanya saja, kerugian materi yang dialami pemilik mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga: Inilah 10 Provinsi Terkecil di Indonesia, Urutan ke-1 Justru Populasinya Terbanyak
Kerugian tersebut dari hangusnya bahan pembuatan tas dan dompet sebesar Rp1,7 miliar dan bangunan sebanyak Rp2,8 miliar.
"Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi yang ditaksir sekitar Rp 1,7 miliar dari bahan yang terbakar dan untuk bangunan yang terbakar kerugian ditaksir sekitar Rp 2,8 miliar," katanya.
Jeffry melanjutkan, penyebab kebakaran kemungkinan besar karena adanya korsleting listrik di gudang bagian belakang.