Sementara melon, lanjut Hilman, selain HPP-nya kecil, masa panennya juga cepat sekitar tiga bulan.
"HPP-nya kecil, keuntungannya lebih besar dibanding tanaman-tanaman lain yang pernah saya tanam," ungkapnya.
Baca Juga: Tiga Rute Menuju Bendungan Leuwikeris Ciamis, Nomor 2 Punya View Paling Cantik
Hilman mengungkapkan, sejak berdiri dua tahun lalu, pengunjung yang datang terus mengalami peningkatan.
Hal itu, membuatnya tak perlu repot menjual hasil panen ke pasar, sebab langsung habis diburu pembeli yang datang ke lokasi.
Bagi pengunjung yang akan memetik melon, Hilman menyarankan agar mencicipinya terlebih dahulu.
"Sebelum metik disarankan untuk mencobanya terlebih dahulu, jadi tahu melon ini rasanya begini, melon yang itu rasanya beda," katanya.
"Untuk melon sendiri saya tanam di sini semuanya ada 20 verietas. Ini untuk mengenalkan kepada masyarakat khususnya di Ciamis, bahwa melon itu ngak cuma itu-itu saja," tuturnya.
Sarana Edukasi Masyarakat
Keberadaan Green Organic Farm tidak hanya untuk rekreasi semata, namun juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Hilman mengatakan, pihaknya terbuka dan mempersilakan masyarakat yang ingin belajar budidaya melon.
"Misalnya dari sekolah yang datang ke sini mau edukasi, silakan gratis. Bahkan kalau pengunjung mau foto-foto saja silakan, meskipun nggak beli, nggak apa-apa pokoknya datang aja," ucapnya.
Salah seorang pengunjung asal Sukadana, Rini Siti Asyiah mengaku datang ke Green Organic Farm untuk rekreasi sekaligus mengenalkan melon kepada putrinya.